Beranda Berita Utama

Borong Partai Di Menit Terakhir

BERBAGI

Sejumlah pasangan bakal calon Kota Bogor saat ini saling memantapkan diri jelang pendaftaran pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), besok (8/1). Di menit terakhir, aksi borong partai nampaknya akan dilakukan bakal calon petahana walikota Bogor, Bima Arya-Dedie A Rachim.

Itu setelah poros Dadang Iskandar-Danubrata Bagus Karyanegara yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Hanura kemungkinan besar berubah komposisi. Hanura kabarnya meninggalkan PDIP dan mendukung pasangan Bima-Dedie.

Berpalingnya sikap Partai Hanura yang mendukung petahana dibenarkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Danubrata. “Iya, tapi kita tetap maju dengan PKB,” kata Dadang, kepada Radar Bogor.

Namun, Ketua Bapilu Partai Hanura Kota Bogor Frenky Alexander mengaku belum menetapkan sikap terhadap bakal calon walikota Bogoor. “Belum, kami masih ikhtiar,” singkatnya.

Pengamat politik Yusfitriyadi menilai pilkada 2018 ini adalah pilkada yang sangat dinamis, mempunyai dialektika politik tidak menentu baik komunikasi pasangan calon maupun pembentukan poros. Kondisi tersebut menurutnya tidak lepas dari dua faktor pilkada serentak pilgub dan pilbup atau pilwakot. Sebab pilkada digelar satu tahun menjelang gelaran pileg dan pilpres 2019.

“Pilkada seakan tidak berdiri sendiri, tetapi mempunyai hubungan dan relasi yang kuat dengan pilgub dan pileg pilpres, sehingga intervensi aktor dan lembaga politil terhadap dinamika politik di tingkat lokal sangat kuat,” ujar pria yang biasa disapa Yus kepada Radar Bogor kemarin (6/1).

Saat ditanya kondisi persaingan pilwalkot dari petahana kata Yus, secara eletabilitas, hingga saat ini menurut berbagai lembaga survei masih tertinggi dan belum ada poros lain dari petahana.

“Pandangan politik pragmatis sangat wajar ketika merapat kepada kandidat yang akan menang di pilwakot 2018 nanti. Bahkan, kabar merapatnya Hanura terhadap petahana adalah intervesi dari kepentingan elit,” tuturnya.

Aktor dan lembaga politik yang merapat ke petahana dinilai memiliki kepentingan jangka pendek di tingkat lokal.

“Sangat mungkin ada kepentingan jangka pendek Hanura yang diakomodir petahana, apapun kepentingannya, baik kepentingan material maupun kepentingan immaterial,” pungkasnya.
Sementara itu pasangan Bima Arya-Dedie A Rachim mulai intens melakukan safari politiknya. Kemarin (6/1), petahana melakukan lawatan politik sekaligus mengenalkan pasangannya Dedie A Rachim ke pengurus dan kader DPD PAN Kota Bogor. Jumat (5/1) lalu, kata Bima Dedie sudah mundur dari KPK dam sudah perpisahan.

“Selama ini kang Dedie menjaga betul, gak mau offside, komunikasi dibatasi, aktivitas dibatasi, setelah selesai dari KPK ini babak baru dimulai, saya berjanji mengenalkan ke teman-teman partai PAN, setelah ini dengan partai yang lain,” ujar Bima.

Ia juga berencana untuk mengenalkan sosok Dedie A Rachim kepada warga Bogor lewat jalan sehat mengitari pedestrian Kebun Raya Bogor (KRB), Minggu (7/1) pagi.

Menurutnya, kegiatan itu hanya untuk mengenalkan bakal calon pendampingnya dalam Pilwalkot Bogor 2018. Sedangkan deklarasi sendiri, kata dia, akan dilakukan setelah melakukan pendaftaran ke KPU yang dijadwalkan Senin (8/1) atau Selasa (9/1). Setelah itu baru disiapkan deklarasi. “Alhamdulilah dukungan dari PAN,

Demokrat, Golkar dan Nasdem. Ada dua partai masih berproses, kita bicara rekomendasi yang sudah keluar,” ujarnya.

Setelah mengamankan rekomendasi dari Partai Golkar dan Nasdem di hari yang bersamaan, dalam sambutanya kepada sejumlah kader dan struktur PAN Kota Bogor, ia juga memaparkan salah satu partai melakukan komunikasi untuk untuk kemudian bergabung. “Saya dihubungi Hanura dan meminta persyaratan administrasi, apakah bergabung tapi saya belum tahu,” ujarnya.

Bima juga kini tengah mempersiapkan pengajuan cutinya. “Saya mulai cuti Februari selama 4 bulan. Nanti di-briefing staf akan disampaikan kembali. Insya Allah, di 15 februari,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan kemungkinan hanya akan ada empat poros yang bertarung arena Pilwalkot. Yakni: poros petahana Bima Arya-Didie A Rachim; poros Achmad
Ru’yat-Zaenul Mutaqin; poros Dadang Iskandar Danubrata (belum menentukan bakal calon wakil); dan poros independen Edgar Suratman-Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat.

Bima-Dedie mendapat dukungan 16 kursi parlemen. Di antaranya berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak tiga kursi, Partai Demokrat lima kursi, Partai
Golkar enam kursi, Partai Nasdem satu kursi, dan Partai Bulan Bintang (PBB) satu kursi. Nah, jika Partai Hanura yang memiliki 4 kursi jadi bergabung, maka dukungan bertambah menjadi 20 kursi.

Kemudian poros Ahmad Ru’yat-Zaenul Mutaqin mengantongi dukungan dari PKS sebanyak lima kursi, PPP lima kursi, dan Gerindra enam kursi. Total dukungan parlemen sama dengan petahana yakni 16 kursi.

Meski belum memutuskan bakal calon pasangan di Pilwalkot nanti, Dadang Iskandar Danubrata juga sudah mengantongi dukungan yang cukup untuk berkontestasi di Pilwalkot ini. Bersama PDI Perjuangan yang mengantongi delapan kursi di parlemen dan PKB satu kursi total dukungan menjadi 9 kursi. Itupun jika Partai Hanura jadi meninggalkannya. (ded/nal/d)

Komentar Anda

Baca Juga