Beranda Metropolis

Setahun, 95 Kasus Kebakaran

BERBAGI
PANIK: Sejumlah warga berusaha memadamkan api yang menghanguskan rumah di kawasan Kampung Gudang, belum lama ini (25/12/2017).

BOGOR– Tingkat kelalaian masyarakat Kota Hujan masih terbilang tinggi. Tak jarang, kelalaian tersebut membawa petaka. Berdasarkan data Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Kota Bogor, sepanjang 2017, sedikitnya ada 95 peristiwa kebakaran yang mayoritas terjadi karena kelalaian manusia.

Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan, kasus kebakaran terbesar terjadi di Kampung Gudang RT 05/01, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah. “Dalam kebakaran tersebut sebanyak 40 rumah hangus terbakar dengan kerugian materi sekitar Rp4 miliar,” ujarnya kemarin (5/1).

Marse mengungkapkan, secara global, kebakaran yang terjadi itu rata-rata disebabkan oleh korsleting listrik dan sisanya kelalaian manusia. Misalnya, meninggalkan setrikaan yang masih menyala, nyalakan lilin lalu jatuh atau terkena gorden, atau lalu lupa matikan kompor. “Kalau dipersentasekan 60 persen akibat korsleting listrik dan sisanya kelalaian masyarakat,” ucapnya.

Pihaknya mencatat, di sepanjang 2017 jumlah korban luka bakar ada tiga orang. “Kalau korban meninggal dunia tidak ada,” ucapnya.

Tingginya kasus kebakaran, kata dia, disebabkan pengetahuan masyarakat yang kurang memahami perlengkapan kelistrikan yang digunakan. Masyarakat harus tahu jenis kabel listrik yang digunakan. Semakin besar daya dari listrik yang digunakan tentunya akan membutuhkan ukuran kabel yang besar pula.

“Sering kali masyarakat tidak paham, apakah dengan daya listrik yang besar cukup dengan kabel seadanya,” ucapnya.

Padahal, kabel listrik yang dipergunakan memiliki masa expired (kedaluwarsa). Terkadang, sambung dia, masyarakat tidak pernah sadar, bahwa kapasitas kabel hanya bisa dipergunakan hingga 20 tahun. Namun, ketika dipakai lebih dari waktu yang ditentukan, kabel akan melemah dan hancur begitu kena tekanan arus listrik dan akhirnya terbakar.

“Sering juga ada kejadian, alat elektronik yang tetap terpasang atau tidak dilepas dari kontak listrik. Jika dibiarkan terus, lama-kelamaan kapasitas kepala colokan melemah dan terbakar,” paparnya.(wil/*)

Komentar Anda

Baca Juga