Beranda Ekonomi

Mobil Rendah Emisi Mendominasi

BERBAGI
Muhamad Ali/Jawa Pos
MASA DEPAN: Model memamerkan Toyota Camry Hybrid di Jakarta beberapa waktu lalu.

MOBIL ber­bahan bakar fosil akan men­dominasi pasar. Namun, tren kendaraan ramah lingkungan tidak bisa diremehkan. Sejumlah pabrikan cukup serius mengembangkan teknologi yang menjadi solusiuntuk menekan emisi karbon tersebut.

Awal tahun ini, pemerintah juga mengetok regulasi low carbon emission vehicle (LCEV). Para produsen otomotif yang sebagaian besar siap dengan teknologi hybrid maupun listrik pun tak sabar menunggu realisasi aturan itu.

Regulasi LCEV tersebut menjadi pemicu penting agar produsen otomotif segera bisa menawarkan produknya.

Ujungnya, market pun akan terbentuk. ’’Peraturannya kami tunggu, kita lihat saja. Bukan tidak mungkin bisa dipelajari dengan baik sehingga kami tahu apa yang mesti kami lakukan,’’ ujar Marketing and After Sales Service Director PT HPM Jonfis Fandy. Kepastian regulasi LCEV oleh pemerintah itu patut ditagih. Sebab, jika kembali ditarik ulur, Indonesia semakin tertinggal dari negara-negara sesama basis otomotif. Sebut saja Tiongkok.

Negara dengan kue ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut menargetkan populasi mobil listrik 8 persen dari total kendaraan pada 2020. Bahkan, Tiongkok juga mewajibkan pabrikan untuk menjual 8 persen mobil listrik terhadap total penjualan mulai 2018.

Pemerintah menargetkan pada 2025 sekitar 25 persen atau 400 ribu unit kendaraan LCEV masuk pasar Indonesia. Jika market teredukasi dengan baik soal keunggulan mobil ramah lingkungan, tentu angka itu tak sulit dicapai. Apalagi, setiap produsen semakin masif dan gencar melakukan inovasi pada mobil hybrid dan mobil listrik.

Misalnya saja, Toyota yang siap dengan varian-varian hybrid. Mulai Alphard Hybrid, Camry Hybrid, sampai CH-R. Atau Nissan yang siap dengan city car hybrid yang gesit, yakni Nissan Note E-Power.

Sebagian besar produk hybrid tersebut mampu menawarkan efisiensi hingga 35 km/liter dengan performa yang tak kalah dengan mobil konvensional. ’’Kami mendukung kebijakan yang tujuannya membuat emisi menjadi lebih baik,’’ ujarVice President Toyota Astra Motor Henry Tanoto.

Di sisi lain, konsep gedung perkantoran konvensional mulai ditinggalkan pada 2018. Kini banyak pengembang yang membangun gedung dengan fasilitas modern. Tidak hanya memiliki beragam fasilitas, dari segi harga pun gedung dengan fasilitas modern jauh lebih murah daripada rumah toko (ruko).

Direktur Pemasaran PT Intiland Grande (salah satu anak usaha Intiland) Harto Laksono menyatakan, gedung perkantoran dengan konsep modern belum banyak. Ruko masih mendominasi. Padahal, jika dibandingkan, harga ruko di pusat kota terbilang mahal. ’’Harga ruko bisa 2–3 kali lipat dibandingkan membeli unit di dalam gedung perkantoran,’’ ujarnya.

Perhitungannya, untuk ukuran ruang kerja yang sama, harga di ruko relatif lebih tinggi. Meski biasanya memiliki ukuran yang lebih besar, kebutuhan ruangan yang beragam membuat fungsi ruko sebagai ruang kerja menjadi tidak maksimal.

Di berbagai negara, gedung perkantoran mengarah dan menyesuaikan dengan lifestyle. Berbagai kebutuhan bisa diperoleh di dalam gedung tersebut. Operasional gedung perkantoran juga tidak terbatas. ’’Makanya, kami siapkan gedung perkantoran strata title yang beroperasi 24 jam,’’ jelasnya.

Sebagai penunjang operasional, ada area komersial. Selain tenant food and beverage, gedung perkantoran akan dilengkapi tenant fitness center. Desain koridor dibuat terbuka untuk menunjang konsep green building.

Operational General Manager SOHO Apartments dan Office Tower Ciputra World Surabaya Tutut Gunaedi menambahkan, kebutuhan gedung perkantoran modern terutama datang dari pengusaha start-up.

’’Tidak hanya modern, mereka memerlukan kantor yang fleksibel dan efisien,’’ paparnya.
Fasad full kaca menjadikan konsep gedung perkantoran kian modern. Kemudian, green building diaplikasikan melalui penggunaan listrik yang bisa dihemat sesuai kebutuhan. ’’Kami gunakan teknologi AC VRF system,’’ katanya. (agf/res/c15/c17/fal/sof)

Komentar Anda

Baca Juga