Beranda Metropolis

Mengenal Hubungan Kapolresta Bogor Kota dengan Sultan Lampung

REUNI: Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mencium tangan Sultan Lampung ketika bertemu di Istana Bogor.

Ada momen sederhana namun memiliki nilai yang mendalam saat para raja se-Nusantara memasuki kompleks Istana Bogor, untuk memenuhi undangan audiensi dari Presiden Joko Widodo, Kamis (4/1) lalu. Siapa sangka, momen itu menjadi ajang reuni keluarga antara Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya dengan Sultan Lampung.

Laporan: Rany Puspitasari

Suasana hangat tergambar saat Sultan Lampung Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 SPDB Pangeran Edward Syah Pernong berjalan bersama para raja dan berjumpa dengan Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya yang sedang bertugas mengamankan acara pertemuan itu.

Polisi dengan melati tiga melekat di pundaknya itu cepat-cepat melepas topinya dengan tangan kiri yang memegang tongkat komando, dan tangan kanannya menyalami tangan Sultan Edward sambil menciumnya. Keduanya tampak penuh senyum.

Kemudian, Sultan Edward mengelus pundak dan punggung yang membungkuk di hadapannya itu dengan penuh kasih. Mungkin tak banyak yang tahu jika Sultan Edward adalah kakak sepupu Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya.

Bagi sebagian orang, mungkin hal itu tak begitu penting. Namun, jika melihat pada banyak peristiwa yang terjadi di zaman sekarang ini, etika dan sopan santun tak lagi banyak mendapat tempat di hati. Sehingga puncaknya banyak tindakan amoral dilakukan yang muda kepada yang tua. Begitu pun sebaliknya. “Sungguh kita saat ini membutuhkan banyak keteladanan, agar generasi mendatang dapat belajar dari keteladanan itu,” ungkap Ulung.

Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya di dalam adat Lampung adalah seorang bangsawan tinggi dari Sekala Brak. Ia adalah pembesar Gedung Dalom Kepaksian Pernong Kerajaan
Adat Paksi Pak Sekala Brak–Lampung.

Ibundanya adalah Penabaian Tuha atau adik wanita tertua dari Sultan Pangeran Maulana Balyan yang tak lain adalah ayah dari SPDB Pangeran Edward Syah Pernong. Di
dalam adat kedudukan selaku Penabaian Tuha dalam keluarga Gedung Dalom (Istana) memiliki peranan sangat penting, yaitu menanamkan nilai-nilai moral dan etika
kepada anak dan keponakan-keponakannya. Terlebih lagi kepada sang pewaris takhta, sehingga ke depan anak keturunan keluarga Gedung Dalom akan menjadi pribadi
yang mulia.

“Saya belajar dari ibu dan ayah bagaimana menempatkan diri dan bersikap terbaik kepada orang lain, terlebih kepada kakak tertua di dalam keluarga kesultanan, dan yang saya panggil dengan panggilan Pun. Saya tahu betul bahwa Pun adalah sosok yang harus dijaganya, dibelanya dan dihormatinya. Begitu juga sebaliknya, Pun adalah sosok yang mengayomi layaknya ayah, dan menyayangi adik-adik sebagaimana patutnya seorang kakak,” bebernya. (ran/c)

Baca Juga