Beranda Politik

Anggaran Pengamanan Pilkada Bogor Rp39 Miliar

KOMITMEN: Bupati Bogor Nurhayanti (tengah) didampingi Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky, perwakilan TNI, ketua partai, dan masyarakat berkomitmen menyukseskan Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Bogor.

BOGOR–Pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Kota dan Kabupaten Bogor menyedot anggaran cukup besar. Setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp39 miliar. Perinciannya, Rp25 miliar untuk pengamanan di Kabupaten Bogor dan sisanya, Rp14 miliar, di Kota Hujan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, kebutuhan dana tersebut bersumber dari APBD Kota Bogor tahun 2018. Hal itu sudah sesuai dengan amanat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) demi menyukseskan pilkada serentak tersebut.

”Anggaran Rp14 miliar ini untuk keseluruhan tahapan pilkada yang sudah bergerak sejak September hingga nanti pelantikan,” kata Ade seusai menghadiri Apel Gelar Pasukan Ops Mantap Praja Lodaya 2018, di Mako Polresta Bogor Kota, Kedung Halang, kemarin (5/1).

Anggaran tersebut akan mengakomodir 1.800 personel Polri dan TNI yang sudah dikerahkan dari sejak pra-pilkada hingga pilkada. Termasuk pengawal pribadi bagi masing-masing pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota.

Sementara, di Kabupaten Bogor, sedikitnya 1.500 personel gabungan Polri, TNI, dan elemen masyarakat disiapkan untuk pengamanan Pilbub Bogor 2018. Operasi kepolisian dengan sandi “Mantap Praja Lodaya 2018″ tersebut pun akan dilaksanakan dari 5 Januari hingga 6 Juli 2018.

”Kegiatan operasi ini mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif, dan rehabilitasi dalam rangka mengamankan setiap tahapan inti Pilkada serentak 2018,” ujar Bupati Bogor Nurhayanti usai memimpin apel gelar pasukan operasi “Mantap Praja Lodaya-2018” kemarin.

Nurhayanti juga menegaskan agar seluruh personel TNI dan Polri tetap menjaga netralitas dengan tidak berpihak kepada kelompok tertentu. Khususnya dalam memberikan pelayanan selama berlangsungnya tahapan-tahapan Pilkada serentak 2018. ”Diharapkan semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal, dalam rangka menyukseskan pengamanan Pilkada serentak 2018 khususnya di wilayah hukum Polres Bogor,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky menuturkan, setiap pe­laksanaan pilkada memiliki potensi kerawanan. Namun pihaknya telah melakukan pe­m­e­taan.
Untuk meminimalisir adanya konflik, bahkan rencananya setelah penetapan paslon akan digelar deklarasi damai yang melibatkan seluruh calon yang ditetapkan di hadapan semua unsur masyarakat.

”Untuk anggaran pengamanan didapatkan sebesar Rp25 miliar untuk 295 hari. Sebab jangkauannya di Kabupaten Bogor cukup luas,” pungkasnya.(rp2/wil/c)

Baca Juga