Beranda Berita Utama

Puncak tanpa Macet Akhir Tahun

NELVI/RADAR BOGOR
LENGANG: Arus kendaraan dari dan ke Puncak pada hari pertama 2018 tampak lancar. Rekayasa lalu lintas yang dilakukan SatLantas Polres Bogor berhasil mengurai kemacetan yang biasa terjadi pada arus balik.

BOGOR–Kerja ekstra Polres Bogor mengamankan dan mengatur lalu lintas Puncak, patut diacungi jempol. Pantauan Radar Bogor, tak ada lagi kemacetan menggila di jalur Puncak, selama perayaan malam pergantian tahun seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelum­nya. Lalin kawasan wisata di selatan Bumi Tegar Beriman itu terpantau padat lancar.

Penjagaan personel satlantas dimulai sejak simpang Gadog. Sesuai perencanaan, Puncak diberlakukan ”car free night’’ atau penutupan jalur bagi kendaraaan dari arah Jakarta maupun Cianjur. Mereka yang hendak merangsek ke kawasan Puncak, diminta memutar arah.

”Antisipasi kepadatan dilakukan mulai pukul 18.15 WIB dan dibuka kembali sekitar pukul 06.00 WIB kemarin (1/1),’’ ujar Korlantas Polri, Irjen Pol Royke Lumowa di Pos Polisi Gadog.

Kepada wartawan, Royke mengaku sempat terkejut lantaran lalin Puncak yang diprediksi stagnan, ternyata terlihat normal. Royke bahkan menyebut jumlah kendaraan yang melintas menuju Puncak berada di bawah normal.

”Kemungkinan sejak Sabtu (30/17), jumlah kendaraan dari arah Jakata menuju Puncak Bogor sudah terkuras hingga Minggu (31/17). Sejak dua jam sebelum resmi ditutup pada pukul 18.00 WIB, arus kendaraan roda dua maupun empat terpantau tidak ada hambatan. Kondisi ini di luar ekspektasi. Menjelang jam enam sore, saya kira akan padat, tapi ternyata lancar,’’ tuturnya.

Royke menambahkan, pada akhir pekan kemarin, kendaraan roda empat yang melintas kurang lebih 10 ribu hingga 12 ribu unit. Sementara pada (30/12/2017) pagi, peningkatan kendaraan menjadi 33 ribu mobil.

”Wisatawan diperkirakan sudah ada di kawasan Puncak dan Cianjur, baik di destinasi wisata ataupun hotel. Lalu lintas juga terlihat kondusif dengan kondisi motor yang masih diperbolehkan untuk melintas,’’ imbuhnya.

Di sisi lain, suksesnya ‘car free night’, justru dikeluhkan pedagang di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor. Ismadi (55), seorang pedagang soto me­ngatakan, penutupan tersebut merugikan dirinya. Sebab, para pelanggan yang datang untuk makan di tempatnya dido­minasi warga dari luar Bogor.

Dia mengaku pendapatan kerap meningkat saat hari libur telah tiba. Tapi, saat jalan ditutup, warung soto miliknya yang buka sejak pukul 20.00 WIB justru sepi.
“Memang polisi itu mem­prioritaskan jalan agar tidak macet, tapi tidak memikirkan perekonomian warga setempat,” keluhnya.(cr2/d)

Baca Juga