Beranda Berita Utama

Arus Balik Tembus 104 Ribu Kendaraan

JAKARTA– Puncak arus balik pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017 terjadi kemarin (1/1). PT Jasa Marga memperkirakan, kenaikan volume kendaraan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan mencapai 104 ribu kendaraan atau 48,7 persen lebih banyak dari hari biasanya.

Hingga Senin (1/1) pukul 14.00, mobil yang melewati gerbang tol (GT) Cikarang Utama terekam sebanyak 30.361 kendaraan. Naik 23,9 persen dari kondisi lalin normal yakni seanyak 24.500 kendaraan.

Sehari sebelumnya (31/12), Jasa Marga mencatat volume lalin arah Jakarta relatif lengang. Di GT Cikarang Utama hanya terekam 65.629 kendaraan. Memang naik 15,14 persen dari prediksi semula 57 ribu kendaraan. Namun jumlah ini lebih rendah dari kondisi normal 86 ribu kendaraan. Atau turun 23,69 persen.

Sementara di Tol Purbaleunyi menuju Bandung, kendaraan yang melewati GT Cileunyi hanya naik 0,34 persen, atau 26.758 dengan kondisi normal 26.667 kendaraan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau secara langsung kondisi arus balik di GT Cikarang Utama kemarin. Dia didampingi oleh Dirut Jasa Marga Desi Arryani, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, serta Dirjen Bina Marga Kemen PUPR Arie Setiadi Moerwanto.

Secara umum, Budi meyakini bahwa periode arus mudik dan balik libur 2018 lebih baik dibandingkan tahun lalu. Menurut Budi, manajemen lalu lintas yang dilakukan oleh pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) seperti Jasa Marga dan kerjasa­mannya dengan Korlantas berjalan dengan baik. ”Hal ini juga didukung dengan efektifnya imbauan kendaraan berat dan konstruksi hingga arus balik berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan bahwa untuk mencairkan kepadatan Jalan Tol Jakarta Cikampek arah Jakarta, Jasa Marga secara konsisten berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow.

Desi mengatakan, pada periode arus mudik ataupun balik Libur Tahun Baru 2018, baru kemarin contraflow dilaksanakan kembali. ”Kami baru saja memberlakukan contraflow sepanjang 6 kilometer di KM 47 hingga KM 41 dan kami terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian,” tambah Desi.(tau/agm/syn)

Baca Juga