Beranda Berita Utama

70.967 Orang Masih Mengungsi

PERIKSA: Wapres JK berdialog dengan petugas BPBD untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

KARANGASEM–Masih ada 70.967 orang yang tinggal di pengungsian karena erupsi Gunung Agung hingga kemarin (30/12). Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengunjungi pengungsi itu memastikan kebutuhan mereka tetap akan dijamin oleh pemerintah. Mulai dari permakanan, sanitasi, kesehatan, sekolah anak-anak, dan kebutuhan dasar lainnya.

JK melihat langsung kondisi pengungsi yang tinggal di pos penampungan di Desa Singarata, Rendang, Karangasem. Turut mendampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei dan Bupati Karangasem  I Gusti Ayu Mas Sumantri. Di lokasi tersebut, JK melihat aktivitas pengungsi terutama anak-anak.

”Mereka yang berjualan tetap berjualan, mereka yang bersekolah terus bersekolah, mereka yang bekerja tetap bekerja,” ujar JK di lokasi.

Berdasarkan data BNPB, di lapangan Singarata tercatat ada 122 pengungsi. Sedangkan di Banjar Dinas Singarata, Rendang, Karangasem tercatat ada 223 orang. Sementara total seluruh pengungsi akibat erupsi Gunung Agung mencapai 70.967 orang. Mereka tersebar di 240 titik pengungsian.

Lebih lanjut, JK meminta kepada warga agar tetap sabar dan bersemangat untuk beraktivitas. Dia berharap erupsi Gunung Agung itu bisa segera selesai.

”Kita berharap musibah ini segera selesai. Kita mengetahui kawasan bahaya tidak semua, risiko bahaya maksimum 10 km, dan tidak perlu khawatir dengan daerah ini,” ujar pria yang juga ketua umum Palang Merah Indonesia itu.

Pada akhir tahun ini, JK memang merencanakan untuk menghabiskan liburan di Bali. Dia sekaligus ingin membuktikan bahwa Bali aman. Yang berbahaya hanya 12 kilometer dari kawah.

Laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi menyebutkan hingga kemarin status Gunung Agung masih level IV atau awas. Dari hasil pengamatan pada Jumat (29/12), asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 1000 m di atas puncak kawah.

Selain itu, tercatat enam kali gempa hembusan dengan amplitudo 5-24 mm selama 50-200 detik. Sedangkan gempa vulkanik dalam tercatat empat kali dengan amplitudo 3-25 mm selama 12-60 detik.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mentuturkan pos-pos penampungan yang selama ini dipergunakan oleh pengungsi itu layak. Mereka sedang memprioritaskan pembuatan hunian sementara atau rumah singgah bagi pengungsi yang perlu dilaksanakan oleh posko.

”Pemerintah daerah setempat bertanggung jawab untuk penyediaan lahan tempat singgah tersebut dan BNPB akan segera membangunkan hunian,” kata dia. Langkah tersebut dilakukan setelah mendapatkan masukan dari lapangan. Lantaran balai-balai banjar akan digunakan untuk kegiatan adat. Meskipun tidak pada semua banjar.(jun)

Baca Juga