Beranda Berita Utama

Rerouting Bikin Bingung 9.000 Sopir

BERTAHAP: Program pengaturan ulang rute atau rerouting angkot belum menunjukkan tanda-tanda mengurangi kemacetan di tengah
Kota Bogor.

BOGOR–Tak kurang dari 9.000 sopir dibuat bingung dengan program re-routing angkot yang diterapkan Pemkot Bogor sejak Rabu (27/12). Langkah so­sialisasi dinas perhubungan terkendala lan­taran satu angkot digunakan lebih dari satu sopir secara bergantian.

”Sudah kami arahkan para sopir di ha­ri pertama. Hari kedua, orangnya (so­pir) ganti lagi. Jadi, timbul ketidak­pa­haman dari pengurus jalur maupun rute angkutan,’’ ungkap Kasi Angkutan Dalam Trayek pada Dinas Perhubungan Kota Bogor, Ari Priyono, kemarin (29/12).

Untuk itu, Ari mengatakan, program ini akan kembali dievaluasi sembari ber­jalan. Terutama pada langkah sosia­lisasi yang belum efisien.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dishub Kota Bogor merealisasikan implementasi SK Wali Kota Bogor tentang jaringan trayek tahun 2017 terkait program rerouting angkot. Sebanyak empat Transpakuan Koridor (TPK) diaktifkan. Di antaranya: TPK 2 jurusan Bubulak-Ciawi-Baranangsiang; TPK 3 jurusan Bubulak-Sukasari-Ciawi; TPK 4 jurusan Ciawi-Ciluar-Ciparigi/ Villa Bogor Indah; dan TPK 5 Ciparigi/Villa Bogor Indah-Simpang Talang-Air Mancur-SSA-Terminal Merdeka.

“Jadi, saat ini sudah aktif operasional empat TPK pada program rerouting. Ada ciri-ciri warna pada angkot di masing-masing TPK, termasuk dua trayek feeder,’’ jelas Ari.

Hingga hari ketiga penerapan rerouting, kata Ari, TPK 2 belum mam­pu berjalan optimal. Sedang­kan TPK 3, sudah bisa melayani asal tujuan dan terorganisasi. Terlebih, di TPK 3 ada badan hukum yang sudah menaungi serta memberi bonus uang bensin agar para sopir mau melayani rute yang telah ditentukan.

”Nah, kalau TPK 4, sudah berjalan tapi belum serapi TPK 3. Sedangkan TPK 5, biasa saja,’’ kata dia.

Ari menambahkan, untuk TPK 1 yang selama ini diopera­sionalkan oleh PDJT dan TPK 7 jurusan Bellanova, tidak terpengaruh program rerouting angkot.

Sedangkan untuk program konversi, pihaknya menerapkan tiga angkot menjadi satu minibus pada TPK 2 dan 3. Untuk TPK 4 dan 5 mengadopsi konversi 3 ban­ding 2 dengan jenis angkot ber-AC. Pada feeder yang diper­panjang di luar TPK, di antaranya: trayek 01 dengan jurusan Cipinang Gading-Merdeka-Yasmin; trayek 07 jurusan Ciparigi-Warung Jambu-RE Marta­dinata-Cilendek-Ter­minal Bubulak; dan trayek 06 jurusan Baranangsiang Indah-Ciheleut-Warung Jambu-Ciparigi. ”Jadi, jumlah 14 trayek tetap, 8 trayek pecahan, 5 trayek baru, dan 3 trayek diperpanjang,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Kota Bogor Agus Suprapto menegaskan bahwa rerouting sangat dibutuhkan untuk mengatur lalu lintas Kota Hujan. Namun, pihaknya mengakui, sosialisasi harus dilakukan lebih masif lagi agar masyarakat lebih tahu dan paham.

”Sehingga dalam aktivitas perjalanan bisa lebih efisien. Harapannya, dengan rerouting, 80 persen wilayah Kota Bogor terlayani,’’ tegasnya.

Agus juga menjelaskan, untuk penentuan tarif, ada ketentuan biaya operasional kendaraan (BOK), dengan tata cara struktur perhitungan tarif sehingga ketemu angka untuk tarif dari masing-masing trayek. ”Kami juga mengacu kepada aturan untuk menyesuaikan,’’ tandasnya.(wil/c)

Baca Juga