Beranda Metropolis

Enam Rute Angkot Berubah

BIKIN MACET: Terlihat sejumlah angkot memarkirkan kendaraanya sembarangan di Jalan Kapten Muslihat. Padahal sudah terlihat tanda larangan berhenti di lokasi tersebut.

BOGOR–Setelah lebih dari sembilan bulan diluncurkan, program penataan ulang rute trayek angkot (rerouting) di Kota Bogor kembali dilakukan. Kali ini sebanyak enam trayek angkot yang berubah.

Kasi Angkutan Dalam Trayek Dishub Kota Bogor Ari Priyono menjelaskan, dari enam trayek yang berubah, empat trayek berada di Transpakuan koridor (TPK) dan dua trayek sebagai pengumpan (feeder). “Perubahan ini dilakukan tiga hari berturut-turut, terhitung sejak Rabu (27/12) hingga Jumat (29/12),” kata Ari seusai mengikuti apel persiapan rerouting angkutan umum 2017 di halaman Plaza Balaikota Bogor, kemarin (27/12) pagi.

Adapun, trayek yang akan dioptimalkan pada TPK, yaitu pada koridor 2, 3, 4 dan 5. Ada hal menarik dalam perubahan rute tersebut. Setiap angkot yang melewati enam rute baru terdapat ciri khas dari perubahan warna angkot. “Selain papan jurusan trayek yang berubah, perubahan cat atau selempang pada bemper belakang dan depan juga kami lakukan,” bebernya.

Misalnya, pada TPK 3 memiliki perubahan cat pada bemper depan dan belakang berwarna merah. TPK 4 yang melayani trayek Ciawi-SSA-Pajajaran-Ciluar (Pomad)-Ciparigi (Vila Bogor Indah), memiliki perubahan pada bodi atas, lampu depan dan belakang berwarna putih. Selanjutnya, TPK 5 memiliki perubahan pada bemper berwarna hijau toska dengan rute Ciparigi-Air Mancur-SSA-Terminal Merdeka.

“Transpakuan koridor ini merupakan trayek-trayek gabungan dan diisi angkot. Jadi, tidak ada penambahan jumlah angkot,” terangnya. Lebih lanjut Ari mengatakan, untuk feeder adalah trayek yang diperpanjang jurusannya. Di antaranya, angkot 01 Cipinang Gading-Terminal Merdeka diperpanjang sampai dengan Perumahan Yasmin (Giant Yasmin). “Jadi, trayek 07 yang semula 07B melayani rute Ciparigi hingga RE Martadinata,” bebernya.

Terpisah, Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan, reformasi angkot harus terus berlanjut. Tahapan-tahapan yang diambil harus sesuai dengan yang dilaksanakan dan berjalan kontinu. “Kuncinya adalah konsistensi dan koordinasi,” katanya.

Konsistensi yang dimaksud Bima adalah terus mengawal di lapangan terkait rencana yang sudah digariskan dan disusun, serta dikawal bersama-sama. Hal ini juga terkait dengan sosialisasi kepada warga Kota Bogor maupun pengemudi dan pemilik angkot. “Pemkot tidak bisa sendiri menjalankan reformasi angkot. Perlu koordinasi dengan semua pihak. Mulai kepolisian, TNI, Organda dan lainnya,” urai dia.

Hal itu, sambung Bima, guna memastikan semua yang di lapangan berjalan dengan baik. Mengingat, tahun depan akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Bogor. “Saya mengingatkan semua untuk lebih cermat dalam bertindak agar dapat mengantisipasi hal-hal yang sekiranya menimbulkan gejolak sosial dan politik di lapangan,” jelas Bima.

Untuk itu, jika ada hambatan-hambatan di lapangan segera dilaporkan kepada atasan. “Rerouting ini harus berjalan dan tidak ada tawar-menawar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada Selasa (14/3/2017) pemkot mengeluarkan kebijakan rerouting. Setidaknya ada lima trayek baru rerouting. Yaitu, Mayor Oking (Sta. KA)-Situgede (16), Terminal Merdeka-Vila Mutiara via Cijahe (27), Buntar (SMKN 4)-Sukasari via Cipaku (28), Pabuaran-Lawang Saketeng atau BTM (29), Pabuaran–Terminal Merdeka via Cibeuruem (30).

Lalu enam trayek pecahan, antara lain, Cimahpar–Warung Jambu via Jln A Sobana (04), Baranangsiang Indah–Ciheuleut–Warung Jambu– Ciparigi (06), Curug–Taman Cimanggu–Pasar Anyar (11), Terminal Bubulak–Pabuaran– Cimanggu–Pasar Anyar (12), Villa Mutiara–Pasar Anyar (19), Bina Marga–Ciluar via Rd Konyong, Rambay (21). Sedangkan tiga trayek perpanja­ngan lintasan yaitu, Cipinang Gading–Perum Yasmin (01), Terminal Bubulak–Merdeka–Ciparigi (07), Griya Katulampa–Terminal Merdeka (08).(wil/c)

Baca Juga