Beranda Berita Utama

Puncak Ditutup Mulai 31 Desember

BERBAGI

BOGOR–Libur Natal telah usai. Para pemudik maupun wisatawan mulai terlihat kembali ke daerah masing-masing terutama ibu kota. Hal tersebut terlihat di kawa­san Puncak. Untuk mengurai ke­macetan arus kendaraan, Polres Bogor kembali mem­berlakukan satu arah menuju Jakarta hingga pukul 19.00, kemarin (26/12).

Pantauan Radar Bogor, jalur Puncak sudah ditutup pukul 12.45 mulai gerbang tol keluar Ciawi. “Bagi masyarakat yang menuju Puncak dan Cianjur disarankan untuk memilih jalur alternatif,” ujar Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama, kemarin.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, penutupan jalur Puncak akan dilaksanakan mulai pukul 18.00, Minggu (31/12) sampai dengan 1 Januari 2018 pukul 06.00. Ia mengimbau agar para wisatawan bisa sampai sebelum waktu tersebut.

“Kalau sudah ditutup, ya, sudah berlaku untuk semua kendaraan, tidak ada pengecualian hotel atau bagaimana,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya masih terus melakukan sosialisasi. Sedangkan, hotel maupun restoran harus memberitahukan kepada konsumennya.

Sementara itu, di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, kenaikan trafik penumpang pejalan kaki dan roda empat mulai terjadi. Posko Bakauheni memantau ada total 46.778 orang menyeberang ke Jawa. Data tersebut terdiri atas pejalan kaki sebanyak 9.987 orang dan penumpang di dalam kendaraan sebanyak 36.791 orang.

”Sejak kemarin Natal (25 Desember, red), memang terjadi sedikit lonjakan pada penumpang pejalan kaki sebanyak 9.987 orang dibandingkan hari sebelumnya (H-1) yang hanya 7.000 orang,” tutur GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Anton Murdianto. Walaupun demikian, menurut Anton, hingga kemarin siang trafik masih normal saja.

Adapun kendaraan yang telah menyeberang ke Jawa pada hari-H Natal hingga kemarin pagi tercatat 9.180 unit. Kendaraan tersebut terdiri atas sepeda motor sebanyak 2.380 unit, kendaraan kecil penumpang 4.325 unit, dan kendaraan roda empat atau lebih yang mencapai 6.800 unit.

Anton menuturkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah penumpang dari H-7 hingga H+7 naik 0,5 persen. Tahun lalu jumlahnya mencapai 260.534 orang. Sementara tahun ini yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 261.734 orang.

Total kendaraan seluruhnya yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa hingga kemarin mencapai 51.187 unit. Dibandingkan tahun lalu, mengalami kenaikan 3,8 persen. Sedangkan roda dua, tercatat 6.710 unit atau naik 16,4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 5.766 unit.

Anton mengungkapkan, untuk mengantisipasi terjadi antrean karena lonjakan penumpang, pihaknya juga telah menambah jumlah layanan loket dari jumlah eksisting.

Loket penumpang ditambah dari 6 loket menjadi 12 loket, untuk roda dua dari 2 loket menjadi 8 loket, dan roda empat dari 8 loket menjadi 10 loket. ”Bahkan, untuk sepeda motor dan roda empat, jika sangat padat masing-masing ditambah menjadi 12 loket,” katanya.

Pada angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, terdapat 10 lintasan utama yang dipantau secara nasional, yakni Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Lembar-Padangbai, dan Kayangan-Pototano. Selain itu, yang juga dilakukan pemantauan adalah Bajoe-Kolaka, Tanjung Kelian-Tanjung Api Api, Sibolga-Nias, Bitung-Ternate, Hunimua-Waipirit, Kupang-Rote, serta Kupang-Sabu.

Di bagin lain, VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano menuturkan jika dalam angkutan Natal dan tahun baru (Nataru) kali ini ada 514 penerbangan yang mengalami delay. Penghitungan yang dilakukan sejak H-7 hingga Senin lalu (25/12) di seluruh bandara di bawah wewenang AP II.

Walaupun demikian, Yado mengatakan jika AP II masih memiliki skor tinggi dalam on time performance (OTP), yakni mencapai 97,29 persen. Menurut Yado, OTP tersebut diperoleh dari total pergerakan pesawat dibagi jumlah yang delay yang dipersentasekan. ”Pergerakan pesawat dari H-7 hingga Natal mencapai 18.883,” ucapnya. Sementara extra flight sejumlah 424 penerbangan.

Di sektor perkeretaapian, jumlah penumpang kereta api pada Nataru kali ini meningkat lima persen. Menurut data yang dimiliki PT KAI hingga 25 Desem­ber, ada 278 ribu tiket terjual. Sementara tahun sebelumnya hanya 265 ribu tiket.

”Di Stasiun Gambir saja per hari bisa melayani 18 ribu tiket,” ungkap Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro. Menurutnya, jumlah itu jauh lebih banyak daripada libur Lebaran yang hanya 16 ribu penumpang per harinya.

Edi menuturkan jika pihaknya akan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan. ”Kami ingin memberikan fasilitas agar nyaman dan (calon penumpang, red) mudah mendapatkan tiketnya,” ucapnya.

Adapun, Jasa Marga memprediksi bahwa puncak arus balik Nataru 2017 terjadi Selasa (26/12). AVP Coorporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru menyatakan, prakiraan volume kendaraan yang melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui GT Cikarang Utama arah Jakarta akan mencapai 90.520 kendaraan, atau naik 27,49 persen dari kondisi normal 71.000 kendaraan.

“Jika dibandingkan pada 2016, peningkatan volume lalin saat puncak arus balik Natal tahun ini naik 0,18 persen,” kata Heru.

Sedangkan pada hari-H Natal Senin (25/12), Jasa Marga mencatat 72 ribu kendaraan keluar Jakarta melalui GT Cikarut. Jumlah ini meningkat 1,7 persen dari kondisi volume lalin normal sebesar 71.000 kendaraan.

Meski demikian, pada hari yang sama, arus balik sudah mulai terlihat pada lalu lintas menuju arah Jakarta. Tercatat 85.762 kendaraan meluncur ke arah Jakarta atau naik 22,5 persen dari volume normal yaitu 70.000 kendaraan.

Selain itu, kendaraan terus memadat memasuki sore hari kemarin. Mulai pukul 18.05 WIB, Jasa Marga mulai memberlakukan contraflow dalam lajur ke arah Jakarta.

Jalur contraflow dimulai sejak Km 47 sampai Km 41. “Dengan diskresi kepolisian, contraflow diberlakukan untuk mengurai kepadatan yang mulai terjadi dari km 55 arah Jakarta karena adanya penyempitan lajur (bottleneck) dari Km 46,” pungkas Heru.(don/jp/c)

Komentar Anda

Baca Juga