Beranda Metropolis

Bogor Diserbu PKL Musiman

Nelvi/radar bogor.
MENJAMUR: Pedagang kaki lima (PKL) mulai memenuhi kawasan Stasiun Bogor, kemarin (26/12).

BOGOR–Menjelang libur Tahun Baru 2018, tren munculnya pedagang kali lima (PKL) musiman di beberapa titik di Kota Bogor berpotensi meningkat. Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan. Selain biang macet, keberadaan PKL juga tak jarang merampas hak pejalan kaki.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Bogor, Herry Karnadi, ada beberapa titik di jalanan kota hujan yang berpotensi diserbu PKL musiman. Hingga kini pihaknya terus berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota guna memetakan titik kumpul dan potensi kerawanan jelang dan saat perayaan tahun baru. “Sebetulnya bukan cuma masalah PKL musiman. Tapi memang, itu jadi semacam fenomena tahunan yang mesti diwaspadai karena mengganggu lalu lintas,” terang Herry.

Dia memaparkan, PKL musiman biasanya ada di dekat pusat keramaian orang kumpul. Salah satunya, sekitaran Tugu Kujang dengan banyaknya pedagang terompet dan petasan. Selain itu, sambung Herry, beberapa lokasi, seperti kawasan Taman Sempur, Taman Air Mancur, Mayor Oking Stasiun Bogor, Jalan Dewi Sartika, Warung Jambu, dan Jembatan Merah, menjadi sentral pemetaan.

“Tempat-tempat tersebut akan menjadi titik kumpul warga, sehingga rawan keberadaan PKL dan rawan kriminal serta asusila. Kan tidak hanya PKL, karena kami juga melakukan operasi miras dan razia petasan,” ujarnya.

Untuk itu, Satpol PP Kota Bogor beserta Polresta Bogor Kota dan dinas terkait terus melakukan razia di beberapa titik kerawanan. Baik di siang maupun malam hari dengan menerjunkan tim ke lapangan.

“Kami juga merazia tempat rawan kriminal dan asusila, seperti di BNR. Di sana rawan sekali, karena jalannya panjang, remang-remang dengan penerangan terbatas. Beberapa angkot dan jembatan penyebe­rangan pun tak luput dari penyi­siran,” pungkasnya.(wil/c)

Baca Juga