Beranda Berita Utama

Tagihan Rombongan Jokowi Rp15 Juta

BERBAGI
LIBURAN: Presiden Jokowi bersama keluarga saat di Rumah Makan Raffles setelah dari TSI.

BOGOR-Kawasan Puncak masih menjadi objek wisata favorit warga dari berbagai daerah. Akibatnya, terjadi kemacetan arus lalu lintas selama libur akhir pekan dan hari Natal kali ini.
Kemarin (25/12), Polres Bogor mencatat arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak di gerbang tol Ciawi mencapai 17.215 unit.

Sedangkan arus kendaraan menuju Jakarta 27.004 unit. Jika dibandingkan dengan sebelumnya, Minggu (24/12), kendaraan yang masuk ke jalur puncak 41.437 unit. Sedangkan, kendaraan menuju Jakarta tercatat 27.004 unit.

“Untuk mengatasi macet, jalur Puncak diberlakukan satu arah dari arah Jakarta menuju Puncak maupun sebaliknya dengan titik pending di seputaran Pangasoan,” kata Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky Pastika kepada Radar Bogor.

Untuk mengatur simpul kemacetan, ada penambahan 200 anggota lalu lintas, 60 orang anggota Sabhara, dan 70 anggota Polsek Megamendung, Ciawi dan Cisarua yang disebar di 21 titik kemacetan Puncak.

“Situasi arus lalu lintas simpang Gadog, simpang Megamendung, Pasar Cisarua, dan simpang Taman Safari Indonesia (TSI) sudah terpantau padat sejak pukul 06.30 WIB. Antrean pembayaran Gate Tol Ciawi mencapai 1,5 kilometer ke belakang hingga pukul 07.00,” tutur Dicky.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mendesak TSI agar menggunakan pendataan pengunjung lebih awal dan sistem online untuk mengurangi kemacetan karena antrean tiket. “Masih manual, satu mobil berapa orang baru dibayar sehingga memakan waktu lama,” kata Agung kepada Radar Bogor usai menijau titik-titik kemacetan di Jalur Puncak.

Untuk mengurangi antrean, tegas dia, bisa memperbanyak petugas pendata di jalur masuk TSI di sepanjang jalan. “Di nomor sekian, tujuh orang diberi stiker, begitu masuk di pintu tinggal bayar.  Jangan masuk pintu dihitung lagi, bisa lama,” kata Agung.

Menanggapi hal tersebut, Humas Taman Safari Yulius H Suprihardo mengaku bahwa saat ini pihaknya masih sulit untuk menerapkan sistem online.

Sebab, kata dia, terdapat perbedaan harga tiket antara anak-anak dan dewasa. Sedangkan jika memakai online, kategori itu tetap harus melalui proses periksa.

“Mekanismenya memang sulit. Kan bisa saja anak-anak tidak dicantumkan. Kadang-kadang ada pengunjung anak-anak usia 11 tahun. Padahal, sudah masuk dewasa. Kalau hotel booking online sudah bisa karena harganya memang segitu, ” ungkapnya.

Kendati demkian, sambung Yulius, ke depannya tidak menutup kemungkinan untuk mengunakan tiket elektronik. “Kami sedang mencari formula. Jika bisa lebih baik kenapa enggak. Dulu tiket manual dan kembangkan dengan komputer,” pungkasnya.

Jokowi Bawa Keluarga ke TSI

Kemarin,  Presiden Joko Widodo bersama keluarga berwisata ke TSI. Laju kendaraan rombongan sempat terhambat karena kemacetan arus lalu lintas. Namun, momen tersebut dimanfaatkan warga yang berada di sekitar TSI untuk melihat orang nomor satu di Indonesia itu.

Humas Taman Safari Indonesia, Yulius Supriharjo mengatakan, presiden tak keluar mobil dan hanya melihat dari dalam saja. “Setelah keliling-keliling TSI, langsung pulang,” kata Yulius.

Mantan wali kota Solo itu pun sempat menikmati makan siang di Restoran Raffles, Kecamatan Megamendung. Lokasi ini dipilih kedua kalinya setelah dirinya meresmikan Bendung Ciawi.

Usai santap makan siang sekitar satu jam, Jokowi pun pergi kembali menuju Istana Kepresidenan Bogor. Menurut bagian personalia Restoran Raffles, Shiera, biaya santap makan siang Jokowi dan rombongan mencapai lebih dari Rp15 juta.(don/c)

Komentar Anda

Baca Juga