Beranda Politik

PAN Ngaku Diusik Partai Lain

BERBAGI

BOGOR–Belum adanya kepastian dari Bima Arya dalam menentukan pasangan di Pilwalkot 2018, membuat PAN kian terdesak. Sebab, sejumlah partai yang awalnya mendukung petahana kini mulai berbalik menjadi lawan.

Ketua DPD PAN Kota Bogor, Safrudin Bima menjelaskan, melalui Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD), pihaknya masih berkeyakinan jika petahana Bima Arya akan memilih empat figur yang mendaftar di DPD.

“Karena telah dikawal melalui mekanisme partai mulai penjaringan, penyaringan, komunikasi politik hingga survei,” ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis (21/12).

Apa pun putusan Bima Arya, kata dia, pada akhirnya DPD PAN akan mendukungnya. “Ini bukan perbedaan, tetapi kami masih komit dengan mekanisme partai,” ujarnya. Hingga saat ini pun, sambung dia, KPPD DPD PAN selalu berkoordinasi dengan Bima Arya.

Ketua KPPD PAN Kota Bogor, Mahakati menegaskan, hubungan PAN dengan partai politik di Kota Bogor sangat baik. “Tidak ada yang diabaikan dalam komunikasi,” ujarnya.

Ia mengakui, memang ada beberapa partai yang mulai mengusik proses atau mekanisme yang sedang berlangsung di DPD PAN. “Jika ingin melakukan komunikasi dan berkoalisi, silakan, kami hormati itu. Tapi, kami mohon dengan hormat semua pihak tidak mengusik DPD PAN,” pintanya.

Sejauh ini, kata Mahakati, proses yang ada di internal PAN masih terus berjalan. Sampai akhirnya menyatakan sikap bersanding dan berkoalisi dengan partai serta figur pilihan suami Yane Adrian hingga ditetapkan DPP PAN. “Tentunya dengan partai yang memiliki visi dan misi sama,” tegasnya.

Mahakati mulai menyoroti partai-partai politik yang sudah menggalang kekuatan di Kota Bogor. “Kami tidak larang, tapi jangan mempersoalkan proses yang dilakukan KPPD DPD PAN. Itu sudah arahan pusat, agak terlambat tapi tidak apa-apa, masih ada waktu,” ujarnya.

Jelang pendaftaran pasangan partai politik ke KPU, DPD PAN sendiri masih memiliki target hingga 10 Januari 2018. “Semua pihak agar tidak berisik dengan langkah kami.

Kami tidak pernah bersikap lambat. Semua sedang proses dan kami tidak pernah memberikan harapan palsu,” tegasnya.

Ia kembali meminta agar partai politik dapat menghargai mekanisme yang sedang ditempuh DPD PAN. “Satu dua hari ini atau selambat-lambatnya pekan depan kami sudah bisa menentukan sikap,” ucapnya.

Sedangkan terkait dengan hasil survei yang telah rampung, ia mengaku bahwa pihaknya masih menggodok antara DPD PAN dengan Bima Arya.

“Kami hanya menjembatani agar ada keputusan yang tepat dan sesuai dengan survei. Namun, saya tegaskan bahwa survei bukan penentuan akhir untuk dijadikan pilihan,” katanya.

Ada beberapa aspek yang tentunya jadi bahan pertimbangan. Dengan hasil akhir yang bermuara di DPP, tentunya KPPD dan Bima Arya akan mendengar arahan dari DPP.

Sementara itu, pengamat politik, Yusfitriadi menilai, penggalangan kekuatan politik untuk melawan Bima Arya merupakan hal yang wajar. Terlebih, sampai saat ini belum ada sikap petahana terkait dengan pencalonannya di Pilwalkot Bogor 2018.

“Partai-partai sudah mulai kelelahan dalam mengikuti dinamika dan dialektika jelang pilkada serentak ini. Apalagi, saat ini merupakan saat-saat kritis, di mana tahapan pencalonan tinggal menghitung hari dibukanya pendaftaran,” ujar peneliti senior Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) itu kepada Radar Bogor, kemarin.(ded/c)

Komentar Anda

Baca Juga