Beranda Female

Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi, Jangan Gunakan Celana Ketat

BERBAGI

Kaum hawa wajib menjaga kesehatan tubuh karena akan memengaruhi kesehatan lainnya, seperti reproduksi. Kesehatan reproduksi sangat penting bagi seorang perempuan, apalagi tak sedikit yang menderita penyakit berbahaya disebabkan tidak telatennya menjaga kesehatan organ tubuh tersebut.

Dokter Mutiara Sari Purbani, M.Kes menuturkan, kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat fisik-seksual dan psiko-seksual seseorang yang berfungsi melan­jutkan keturunan.

Kesehatan reproduksi meliputi alat reproduksi remaja, perkembangan fisik dan kematangan seksual remaja, proses reproduksi yang bertanggung jawab, pencegahan dan penanggulangan penyakit menular seksual.

”Reproduksi dapat dibagi berdasarkan anatominya, yaitu organ reproduksi, faal atau fisiologi seperti haid, kehamilan dan laktasi, serta mengenal tanda-tanda patologi seperti kelainan haid, keputihan, infeksi atau peradangan dan keganasan,” tuturnya dalam seminar kesehatan yang diselenggarakan Salimah PC Bogor Selatan tentang Kesehatan Reproduksi Wanita Menurut Medis dan Alquran di RS Ummi Bogor, kemarin (20/12).

Lanjut Mutiara, anatomi pada organ reproduksi wanita dibagi menjadi dua bagian, yaitu alat kelamin bagian luar atau organ genitalia extema dan alat kelamin bagian dalam atau organ genitalia interna. Organ reproduksi wanita yaitu vagina, rahim atau uterus, saluran telur dan oviduet dan indung telur atau ovarium.

Pemeliharaan kesehatan reproduksi dibagi menjadi dua yaitu penjagaan umum dan khusus. Penjagaan umum adalah dengan mandi dan wudu, penjagaan khusus adalah dengan mencukur rambut kemaluan, menjaga kebersihan saat haid, mengganti pakaian dalam dan jangan menggunakan celana ketat.

Dokter Mutiara menjelaskan, wanita yang menstruasi berlangsung setiap 21-35 hari selama tiga sampai tujuh hari. Jumlah darah yang keluar berjumlah 50-60cc, tidak melebihi 80cc.

Dalam menghadapi menstruasi harus mengganti pembalut setiap empat jam sekali, menjaga kebersihan tubuh dengan mandi, dan ketika buang air kecil atau besar keringkan terlebih dahulu jangan biarkan dalam keadaan lembap.

”Siklus haid berbeda pada setiap wanita, haid pertama disebut menarche. Jika terasa nyeri saat haid, berarti ada gangguan, harus segera dikompres dengan air hangat. Jika masih nyeri segera ke dokter,” tuturnya.

Masa reproduksi sehat wanita adalah mulai usia 20 sampai 35 tahun. Karena jika mengandung di bawah usia 20 tahun, akan rentan terhadap kesahatan ibu dan anaknya kelak. Sebab, organ reproduksi dan tulang panggul belum berkembang sempurna.

Selain itu, kata dia, akan menyebabkan kemacetan persalinan akibat disproporsi kepala panggul, kesadaran untuk merawat diri dan bayi masih rendah, dan bisa menyebabkan anemia atau malanutrisi ibu hamil. ”Hal tersebut dapat mengakibatkan prematuritas, berat bayi lahir rendah yang bisa menyebabkan kematian, dan infeksi nifas,” tuturnya.

Lebih lanjut Mutiara menjelaskan, ciri-ciri kehamilan yaitu tidak haid, rasa mual dan muntah, payudara membesar, pembesaran rahim dan perut, keinginan buang air kecil, warna kulit sekitar puting payudara bertambah gelap, muncul garis gelap dari pusar sampai kemaluan dan tanda regangan kulit pada perut, payudara, bokong juga paha.

Dokter Mutiara menjelaskan bahwa risiko kehamilan usia muda, bagi remaja, seringkali mengalami keguguran atau aborsi, proses kelahiran sering disertai kesulitan, kematian ibu atau gangguan kejiwaan seperti adanya rasa takut, tertekan, depresi bahkan sampai timbul keinginan untuk bunuh diri pun sering muncul.

”Jika masih sekolah, anak akan mengalami risiko putus sekolah yang membuat masa depannya berantakan. Risiko kehamilan muda bagi bayi adalah berat bayi saat lahir rendah yang mengakibatkan kematian pada bayi,” terangnya.

Setelah mengalami proses kehamilan akan memasuki proses melahirkan. Persalinan adalah proses yang terjadi pada tubuh wanita yang harus mengeluarkan bayi, mengalami kontraksi rahim, kemudian bayi lahir melalui vagina ibu dan kontraksi berikutnya adalah mengeluarkan plasenta.

Setelah itu masuk ke proses menyusui, tatapan mata, elusan tangan, dan sentuhan skin to skin merupakan jalinan kasih sayang ibu dan anak.(cr6/c)

Komentar Anda

Baca Juga