Beranda Berita Utama

3.261 Personel Amankan Bogor, Waspada Teror di Penghujung Tahun

BOGOR–Gelombang kepulangan eks simpatisan ISIS dari Suriah terus berda­tangan. Mabes Polri kembali menangani tujuh orang yang diduga baru pulang dari Suriah melalui Turki, awal pekan ini.

Wakapolri Komjen Syafruddin menuturkan, tujuh orang yang dirahasiakan identitasnya itu langsung mendapatkan konseling. Hingga sore kemarin, mereka belum dilepas untuk didata dan didampingi terlebih dahulu. ”Dapat informasi beberapa FTF (foreign terrorist fighters/teroris asing) yang sudah kembali tadi malam, tujuh orang dari Suriah melalui Turki,” ujar Komjen Syafruddin di Istana Wakil Presiden

Ancaman terorisme memang menjadi salah satu persoalan yang diantisipasi polisi jelang Natal dan tahun baru. Sudah ada upaya untuk menangkap jaringan teroris yang dinilai hendak beraksi jelang akhir tahun. Misalnya, penangkapan terduga teroris pada 9 Desember lalu di Surabaya.

”Ada beberapa conditioning yang dilakukan kapolri untuk mengatasi dan mengantisipasi gerakan terorisme. Tapi pada intinya seluruh situasinya kondusif, tidak usah khawatir,” ujar.

Lebih lanjut kata Syafruddin, polisi memang sudah menyiapkan pengamanan Natal dan tahun baru. Kemarin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan video conference di Mabes Polri. Mereka mengecek kesiapan pasukan jelang libur Natal dan tahun baru. ”Seluruh pasukan akan kami gelar untuk Natal H-3 sebentar lagi, tanggal 22, kemudian lanjut ke tahun baru,” ungkapnya.

Rencananya, akan ada penambahan kekuatan jumlah personel keamanan di diterjunkan. Penambahan itu lebih banyak 15 persen daripada tahun lalu. Tahun lalu, total ada 155 personel petugas yang disiagakan untuk pengamanan Natal dan tahun baru.

Itu termasuk polisi, tentara, linmas, Satpol pp, dan petugas lainnya. Saat itu, jumlah anggota polisi mencapai 85 ribu. ”Perkuatan tetap, ada penambahan sekitar 15 persen dari tahun lalu,” ungkap dia.

Mereka akan diterjunkan di tempat-tempat ibadah. Selain itu, kota-kota yang jadi sentra hiburan akan jadi perhatian seperti Jakarta dan Bali. ”Kemudian pengamanan jalur, baik kereta api, darat, udara, stasiun-stasiun, dan sebagainya,” imbuh dia

Polisi berharap masyarakat juga tetap bisa berhati-hati selama musim liburan akhir tahun. Lantaran, kondisi musim hujan dengan intensitas tinggi. Selain itu, ada pula laporan tentang kondisi lempeng yang berpotensi menyebabkan gempa bumi.

”Ada kondisi tentang lempengan gempa bumi yang akan masih berlanjut sampai akhir tahun ini, tentu di pantai selatan Indonesia dan bahkan bisa di tempat-tempat lain,” kata dia.

Sementara itu, Polri juga memperketat pengamanan di Kota dan Kabupaten Bogor. Sedikitnya 20 pos pengamanan mulai disiagakan jajaran Polres Bogor dan Polresta Bogor Kota, dengan kesiagaan 3.261 personel gabungan. Seperti diketahui, sepanjang Desember ini, Presiden Joko Widodo lebih banyak berkantor di Bogor.

”Unsur gabungan Polri, TNI, serta Pemda Bogor,’’ ujar Kabag Ops Polresta Bogor Kota, Kompol Fajar Hari Kuncoro kepada Radar Bogor kemarin.

Fajar mengatakan, khusus Kota Bogor, sebanyak 750 personel gabungan serta enam pos pengamanan disiapkan di operasi lilin kali ini. Seluruh personel di lapangan juga sudah mendapat pelatihan khusus sesuai tugas dan wilayah. “Kami juga sudah melaksanakan silaturahmi ke beberapa tokoh agama untuk menciptakan situasi kamtibmas di Kota Bogor,” terangnya.

Kasubbag Humas Polresta Bogor Kota, AKP Yuni Astuti menambahkan, pihaknya sudah mendata beberapa gereja yang akan digunakan sebagai tempat ibadah Natal. Pendataan ini sebagai bentuk persiapan pengamanan, selain koordinasi dan komunikasi dengan para pengurus gereja.

”Untuk saling berbagi informasi apabila ada gangguan kamtibmas. Kami semua bekerja sama menciptakan situasi kamtibmas di Kota Bogor,’’ imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena. Menurut Ita, pihaknya sudah melakukan pengamanan Natal dengan menyiagakan dua hingga empat personel kepolisian di setiap gereja. Sedikitnya ada 2.511 personel serta 14 pengamanan yang disiagakan untuk mengamankan jalannya malam Natal. ”Pada saat sebelum malam Natal (personel) di-plot di gereja-gereja. Biasanya sampai tanggal 31 Desember,’’ ungkapnya.

Problem yang juga sudah pasti terjadi saat malam Natal hingga tahun baru yakni kemacetan. Hingga kini, wilayah Puncak Kabupaten Bogor masih banyak diminati pelancong untuk menghabiskan masa libur panjang. ”Puncak rawan macet. Diprediksi akan terjadi jelang Natal sampai tahun baru,’’ kata AKP Ita.

Beberapa tempat rawan macet di jalur Puncak, antara lain, simpang Pasir Muncang, simpang Pasir Angin, Simpang Megamendung, simpang Taman Wisata Matahari, simpang Taman Safari, simpang Warungkaleng, serta simpang Lokakarya.(jun/fik)

Baca Juga