Beranda Berita Utama

Target 2019, Merak-Banyuwangi Tersambung

BERBAGI
PERESMIAN: Presiden RI Joko Widodo, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kanan) saat jumpa pers pada peresmian pengoperasian jalan tol Surabaya-Mojokerto yang berlangsung di pintu tol Waru Gunung, Selasa (19/12).

SURABAYA–Presiden Jokowi akhirnya meresmikan jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), kemarin (19/12). Selanjutnya, jalan tol yang memiliki panjang 36,27 kilo­meter itu bisa dilewati masyarakat. Untuk tarif, PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM) masih menggratiskan hingga satu minggu.

Peresmian berlangsung di pintu tol Waru­gunung, Surabaya. Hadir di acara tersebut Men­teri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PT Jasa Marga (persero) Desi Arryani, Wali Kota Tri Rismaharini, serta tamu undangan dari pemerintahan maupun swasta. Mereka sudah berada di area lokasi sejak pukul 13.00.

Presiden Jokowi bersama Iriana, sang istri, tiba di lokasi pukul 14.55. Turut bersamanya Sekretaris Kabinet (seskab) Pramono Anung, Gubernur Jatim Soekarwo, serta beberapa pejabat di lingkungan PT Jasa Marga.

Setibanya di lokasi, Jokowi didampingi Basuki melihat beberapa peta di dekat pintu masuk ruang acara. Peta itu menampilkan garis tol Sumo mulai dari Waru dan berakhir di Penompo, Mojokerto. Jokowi juga melihat perkembangan pembangunan tol yang sedang dikebut PT Jasa Marga. Tidak lebih dari 15 menit, Jokowi bersama rombongan menuju ke ruang acara.

Bagi Jokowi, peresmian jalan tol di masa pemerintahannya sudah sering terjadi. Di setiap momen itu, dia menyampaikan perkembangan pembangunan jalan tol Merak-Banyuwangi. Panjang jalan tol tersebut mencapai 1.167 kilometer. ”Sudah 561 kilometer yang beroperasi,’’ katanya.

Dia menarget akhir 2019, jalan tol penghubung ujung barat dan timur Pulau Jawa itu beroperasi. Untuk memenuhi target tersebut, dia meminta PT Jasa Marga terus meningkatkan kinerja di lapangan. ”Pokoknya selesai tanpa alasan apa pun,’’ imbuh dia.

Saat ini masih ada 433 kilometer yang baru tahap konstruksi. Dari jumlah tersebut, 171 sudah masa persiapan. Pengerjaan masih berlanjut. ”Saya yakin, target akhir 2019 tercapai,’’ imbuh dia.

Jokowi mengatakan, pembangunan sedang dikejar waktu. Persaingan antarnegara sangat kuat. Negara yang tidak memiliki kemampuan daya saing akan lemah. Salah satu kekuatan daya saing adalah infrastruktur. Karena itu, dirinya menekankan pembangunan jalan tol selesai secepatnya. ”Kalau bisa, setiap bulan ada peresmian,’’ ucapnya.

Indonesia membangun tol pertama kali pada 1973 dan selesai 1978. Tol tersebut bernama Jagorawi. Jokowi mengatakan, di masa itu, banyak negara yang ingin meniru Indonesia. ”Kini mereka sudah memiliki ribuan kilometer jalan tol, sedangkan Indonesia, seribu kilometer saja belum,’’ jelas dia.

Karena itu, dia meminta pembangunan jalan tol tidak selalu menggantungkan APBN. BUMN harus bisa mencari anggaran sendiri. Pencarian anggaran tersebut melalui luar negeri.

Langkah tersebut akan mempercepat proses pembangunan. Memang, PT Jasa Marga harus mencari sumber pendanaan dengan berbagai cara. Salah satunya, sekuritisasi. Targetnya harus bisa mencapai Rp100 triliun.

Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani terus berupa melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Tahun ini tol Sumo sudah beroperasi. Tahun depan berlanjut ke daerah lain. Masih ada proyek lain yang sedang berjalan. Antara lain, Ngawi-Kertosono dan Solo-Ngawi.

Dia juga mengatakan, PT Jasa Marga butuh dana besar untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Beberapa ruas tol di Jakarta sudah dilepas. Hasilnya, anak perusahaan PT Jasa Marga sudah bisa berdiri mandiri. ”Nah, kami akan terus mencari cara lain untuk mendapatkan dana,’’ ungkap dia.

Peresmian jalan tol Sumo seksi IB, II, dan III itu ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh presiden. Turut menekan, Gubernur Jatim Soekarwo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Mulai hari ini, masyarakat sudah bisa melewati jalur tersebut.

Tarif juga sudah ditetapkan. Namun untuk satu minggu ke depan, PT JSM memberlakukan uji coba ruas Warugunung hingga Krian. Pengendara tetap boleh melintas, tapi tidak dikenakan biaya.

Seusai meresmikan, Jokowi meninjau langsung jalan tol yang panjangnya 15,5 kilometer itu. Kali ini, dia tidak menumpang mobil kepresidenan. Dia mencoba mobil listrik Ezzy II karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Jokowi duduk di kursi depan sebelah kiri. Dia melaju masuk pintu tol Warugunung. Kendaraan itu melaju dengan kecepatan sedang. Tidak lebih dari 5 menit, Ezzy II yang membawa presiden kembali ke arah keluar pintu tol Warugunung.

Jokowi mengatakan, produk penelitian anak bangsa harus ditindaklanjuti. Targetnya bisa masuk ke industri. Banyak tahapan yang harus dilewati hingga produk penelitian itu masuk ke pasar industri. ”Salah satunya mampu bersaing dengan produk lain yang sudah ada,’’ katanya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menganggap proses menuju industri itu yang susah. Namun, dia meminta masyarakat Indonesia tetap semangat. Pemerintah akan menjembatani anak bangsa yang memiliki karya. ”Termasuk mobil Esemka,’’ ungkapnya.

Terkait Ezzy, Jokowi mengapresiasi kepada tim yang telah menciptakan mobil tersebut. Dia belum bisa memberi penilaian yang lebih dalam. Sebab, kendaraan baru melaju di kecepatan 30 kilometer per jam. ”Tapi, saya merasakan ada entakan saat pindah perseneleng atau menambah kecepatan,’’ ucap dia.(riq)

Komentar Anda

Baca Juga