Beranda Politik

PKS Tunggu “Korban” PHP

KOMPAK: Zaenul Mutaqin (kiri) dan Ahmad Ru’yat saat menghadiri salah satu acara, beberapa waktu lalu.

BOGOR-Konstelasi politik di Kota Bogor makin memanas. Terlebih, setelah sejumlah tokoh menyatakan kesiapannya maju di Pilwakot Bogor 2018. PKS pun sudah menyiapkan strategi khusus. Sesuai dengan poros di Jawa Barat, PKS bahkan mengklaim Partai Demokrat dan Gerindra akan bergabung dalam koalisi yang kini dibangunnya.

Ketua DPD PKS Kota Bogor Atang Trisnanto menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menunggu partai-partai yang di-PHP (pemberi harapan palsu) petahana dan keluar dengan sendirinya.

Seperti diketahui, ada empat figur dari partai berbeda yang berikhtiar agar bisa menjadi calon wakil wali kota bersama Bima Arya. “Saat ini masih dinamis. Tetapi yang jelas, kami sudah melihat posisi petahana seperti apa, terlebih sudah ada calon independen yang mendaftar,” ujarnya.

Dengan situasi tersebut, ia berharap terbentuk poros baru di Kota Bogor. “Target kami tidak hanya tiga, tetapi empat partai koalisi, yaitu PKS, Demokrat, Gerindra, dan PPP,” tegasnya.

Atang menilai, deklarasi yang dilakukan Partai Gerindra justru menjadi sinyal penguat bagi struktur koalisi yang digagasnya. “Semakin mengerucut, siapa yang F1 dan F2 dari keempat partai itu,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Meski dirinya bagian dari figur yang masuk penjaringan internal PKS, ia tetap berharap Ahmad Ru’yat -yang juga dari PKS- dapat maju di Pilwakot Bogor 2018. “Intinya, kalau DPP sudah memutuskan siapa pun yang diusung, mau itu kader senior atau junior, pasti tidak akan berani menolak,” ujarnya.

Ia juga menargetkan pada 15 Desember nanti, nama-nama yang diusung PKS sudah keluar. Atang pun mengingatkan, partai-partai yang masih berkeinginan berkoalisi dengan petahana -seperti Demokrat, Gerindra, dan PPP- jangan sampai di-PHP.

“Istilahnya, killing the time oleh F1, yang kemudian diulur-ulur tanpa ada kejelasan. Sebab, PKS sudah melihat realitas yang ada saat ini,” tegasnya. Selain itu, pihaknya juga sudah menyatakan sikap untuk berhadapan dengan petahana dan tidak akan berubah lagi.

“Kami tidak mau di-PHP. Tujuannya, untuk menghadirkan sebuah kompetisi pilkada yang damai,” tuturnya. Terkait figur, Atang pun menilai, Ru’yat dan ZM dapat disatukan di Pilwalkot Bogor dan berhadapan dengan petahana. “Masih mungkin,” ucapnya.(ded/c)

Baca Juga