Beranda Metropolis

Melihat Kampung Tematik di Kelurahan Babakanpasar

BERBAGI
UNIK: Sejumlah gambar pahlawan dan presiden RI dari masa ke masa menghiasi kawasan Pulogeulis, Kelurahan Babakanpasar, Kecamatan Bogor.

Ada yang menarik di Kelurahan Babakanpasar, Bogor Tengah. Kalau di kelurahan lain memilih satu atau dua wilayah yang menjadi kampung tematik, tetapi tidak dengan Kelurahan Babakanpasar. Dari sepuluh RW, tujuh RW-nya sudah mempunyai tema khusus untuk menjadi kampung tematik.

Laporan: Rany Puspitasari

Lurah Babakanpasar Rokib Al Hudry menuturkan, ketujuh RW tersebut masih dalam tahap pengembangan berbagai ide masyarakat dan kreativitas pemuda-pemuda di sana. Saat ini, yang sudah berjalan baru tiga RW. Yaitu, kampung gambar di RW 9, kampung sketsa di RW 5, dan kampung wisata taman pelangi di Pulogeulis.

“Kampung gambar memiliki konsep wilayah yang penuh dengan gambar-gambar nyata. Seperti pemandangan alam di suatu kota di Indonesia, yang berhubungan dengan sejarah, gambar sejumlah pahlawan Indonesia dan sebagainya,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Sedangkan untuk kampung sketsa, kata dia, lebih mengarah ke gambar-gambar yang tidak terlalu jelas garisnya, seperti sketsa. Tapi, kalau dilihat dari jauh sangat bagus dengan paduan warna, sedangkan dari dekat tidak kelihatan.

Adapun, wisata taman pelangi di Pulogeulis karena ada jembatan pelangi di sana. Selain itu, kawasan ini mempunyai keunikan sendiri. Sebab, secara demografis, di sana ada nilai etnis Tionghoa yang warganya memiliki nilai toleransi sangat tinggi. Terlihat dari sebuah masjid yang berada di dalam vihara. “Semua kegiatan warga muslim, seperti pengajian dan acara peringatan lainnya dilakukan di vihara. Jadi, warga muslim dengan Tionghoa sangat bertoleransi,” tambah Rokib.

Di sana pun akan dikem­bang­kan konsep penghijauan sehingga sejuk dan nyaman, yang didominasi dengan tanaman-tanaman obat keluarga. Misalnya jahe, kunyit, cecenet, kangkung, markisa, yang saat ini sedang dilakukan pembibitan di salah satu rumah warga.

Tidak ketinggalan beberapa sudut ramah anak, seperti pojok baca, yang berwarna dan menarik anak untuk berdiam di sana sambil membaca. Ada juga sejumlah permainan tradisional yang digambar di jalanan kampung, sebagai upaya meminimalisasi anak-anak sekitar kampung bermain di Ciliwung.

“Air di Ciliwung saat ini kan sudah tercemar air limbah dan sebagainya, kualitasnya juga tidak tahu sekarang bagaimana. Makanya, kami menghindari penyakit-penyakit itu dan lebih menarik anak dengan mainan-mainan di depan rumah, seperti ular tangga dan permainan tradisional lainnya,” tegasnya.

Ibu-ibunya pun tidak kalah aktif di sana. Masuk dalam komunitas emping jengkol yang memproduksi emping, mereka juga memiliki hasil kreativitas yang beberapa kali sudah mengikuti pameran di Kota Bogor. Mulai dari membuat tas anyaman, tempat tisu dari kayu-kayu bekas yang dilukis, hingga membuat anyaman dengan cangkang kopi. “Di sana juga memiliki pusat informasi dan konseling remaja, di bawah binaan pemkot, yang terbentuk di tingkat RW,” bebernya.

Selain itu, para remaja juga sangat aktif untuk membangun kampung. Itu dilihat dengan adanya pasukan cinta anak dan remaja (Pacar) yang didominasi remaja, dalam memfasilitasi anak-anak dan membantu program-program anak yang ada di sana. Untuk penghijauan, mereka memiliki masyarakat sadar lingkungan (My Darling) yang mengelola limbah dan sampah menjadi hal yang bisa kembali digunakan. Juga ada gerakan pemuda RW 4 (Garpat).

“Nah, kami juga punya arisan kebersihan yang dikocok sebulan sekali. Bagi RW yang mendapatkan arisan, mereka berkewajiban membeli berbagai macam alat perlengkapan untuk melakukan bersih-bersih se-RW,” ucap Rokib.

Ia berharap, dengan semua ide kreativitas masyarakat Kelurahan Babakanpasar tersebut serta pengembangan lainnya, ke depan bisa terwujud budaya yang sangat baik dan baru di Bogor dan berkontribusi terhadap kemajuan kota. (ran/c)

Komentar Anda