Beranda Berita Utama

Gas Langka Tiap Tanggal Merah

BERBAGI

BOGOR–Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Bogor akhirnya menemukan biang kerok kelangkaan elpiji 3 kg. Rupanya, kelangkaan yang terjadi beberapa hari terakhir bukan hanya musabab naiknya harga dan tingginya konsumsi, melainkan agen tak mengirim lantaran hari libur.

”Jumat (1/12) lalu, agen gas elpiji yang seharusnya menyuplai ke­pada warung-warung libur ka­rena tanggal merah, sehingga ke­butuhan masyarakat tak dapat terpenuhi,’’ ungkap Kabid Perda­gangan pada Disperindag Kabu­paten Bogor Jhona Sijabat.

Jhona menjelaskan, jadwal pengiriman sebenarnya setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Nah, di akhir pekan kemarin, para agen memilih tidak mengantar karena libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Di sisi lain, Jhona juga tidak memungkiri penggunaan gas melon masih belum tepat sasaran. Banyak restoran dan usaha jasa lainnya yang masih menggunakan elpiji bagi warga miskin tersebut. Soal ini, Jhona mengaku sudah berulang kali melakukan sosialisasi, bahwa yang berhak menggunakan elpiji 3 kg adalah mereka yang memiliki penghasilan di bawah Rp1,5 juta.

”Sayangnya, selama ini pangkalan tidak memikirkan itu. Prinsip mereka ‘yang penting habis’ masih diterapkan. Kalau penerapan dan sasarannya tepat, tidak mungkin ada kelangkaan. Terlebih tidak ada sanksi pidananya. Kalau ada, pasti yang jual akan mikir lagi,’’ cetusnya.

Saat ini, Jhona mengklaim, kondisi gas elpiji 3 kg di Kabupaten Bogor sudah berangsur normal. Sebab, setiap SPBG yang ada diminta untuk menyuplai per hari hingga 560 tabung bahkan lebih. ”Lokasi pen-dropping-an di antaranya dari SPBG yang ada di Klapanunggal, Gunung­sindur, Parung, Cisarua, Ciawi, Kemang, Limusnunggal, Citereup, Tamansari, Ciapus, Sukahati, dan Cirimekar, satu di Sukahati,’’ terangnya.

Karena pada Desember akan terjadi libur panjang pada tanggal 24–26, sambungnya, Disperindag melakukan langkah antisipasi kelangkaan. Yakni, meminta Pertamina untuk memberikan kebijakan 30 persen fakultatif dari kuota per bulan Kabupaten Bogor. ”Kuota Kabupaten Bogor 3,4 juta tabung, terbesar se-Indonesia. Karena libur panjang kita minta 30 persennya. Jadi nanti, sebelum hari libur itu sudah di-drop­ping,” pungkasnya.(rp2/d)

Komentar Anda