Beranda Bogor Raya Barat Utara

Tiga Desa Langganan Longsor

RAWAN: Sisa material tanah usai dievakuasi saat terjadi longsor di Jalan Desa Bantarkaret, belum lama ini.

NANGGUNG–Potensi bencana di Kecamatan Nanggung cu­­kup tinggi. Longsor bahkan di­pastikan terjadi tiap lima jam sekali saat hujan lebat. Seperti di Jalan Desa Bantarkaret.

Tebing setinggi 12 meter ambrol dan menutupi akses jalan warga. Musababnya, kon­tur tanah tak kuat me­nahan derasnya hujan, Senin (04/12) lalu. Beruntung tak ada warga yang melintas saat longsor terjadi.

”Di sini memang sering begitu. Saat hujan langsung longsor dan jalan ambles,” ujar warga RT 01/02, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Nandang (43) kepada Radar Bogor.

Hal serupa juga kerap terjadi di wilayah lainnya. Camat Nanggung Mulyadi menjelas­kan, ada tiga desa rawan long­sor. Selain Bantarkaret, dua lainnya adalah Desa Cisarua dan Malasari.

”Pokoknya tiga desa ini paling berbahaya dan masuk kategori siaga bencana,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tanahnya paling labil. Jika terus diguyur hujan dengan intensitas tinggi dipastikan longsor. ”Apalagi di daerah tebing dan perbukitan,” tukasnya.(all/c)

Baca Juga