Beranda Berita Utama

Kepadatan Lalin Mulai Kamis Sore

BERBAGI

BOGOR–Masyarakat yang hendak bepergian untuk berlibur panjang mulai Jumat (1/12) Minggu (3/12), harus mempersiap kan jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan arus lalu lintas. Terlebih, Bogor menjadi salah satu tujuan wisata sekaligus per lintasan.

KBO Satlantas Pol resta Bogor Kota, Iptu Budi Surat man memprediksi kepa datan kendaraan mulai terjadi Kamis (30/11) sore. Sebab, mereka yang berlibur sudah mulai beranjak selepas pulang kerja. “Puncak kedapatan diprediksi Sabtu (2/12),” ucapnya kepada Radar Bogor, kemarin
(29/11).

Tak hanya lalu lintas, diprediksi kepadatan juga terjadi di sejumlah tempat wisata dan penginapan. Humas Kebun Raya (KRB) Bogor, Ayi Doni Darussalam membenarkan hal tersebut.

Memasuki libur panjang, jumlah pengunjung KRB kerap melonjak. Seperti libur panjang hari Lebaran yang lonjakannya bisa lebih dari 10 ribu pengunjung per hari. “Perkiraan long weekend, alat ukurnya dari tiket. Kalau Idul Fitri bisa di atas 10 ribu per hari,” ungkapnya.

Peningkatannya, kata Doni, lebih dari 10 kali lipat dari hari kerja yang hanya berada di angka 1,5 ribu–2 ribu pengunjung per hari. Mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihaknya akan membuka semua loket pembelian tiket yang ada di masing-masing pintu masuk. Tak hanya itu, sebanyak 30 security juga sudah ia siapkan untuk melakukan penjagaan silih berganti.

Pengamanan juga dibantu Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Yon Armed di setiap pintu masuk. Hal itu diberlakukan lantaran selama Desember Presiden Jokowi berkantor penuh di Istana Bogor. “Karena KRB merupakan ring satunya istana, maka kami ada bantuan penjagaan,” kata Doni.

Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, sudah melakukan persiapan terkait long weekend kali ini. Namun, tidak semua hotel ataupun restoran menjadi target pengunjung pada hari libur. Pasalnya, ada pula hotel yang memang sasarannya adalah korporasi.

Alhasil, beberapa hotel tersebut perlu menyesuaikan sasaran, yakni para pelancong yang membawa keluarga besar. “Trennya memang kalau akhir tahun market kami bergeser, dari yang corporate menjadi family. Karena ada karakter hotel yang khusus menyediakan untuk corporate menjadi tidak menarik bagi tamu family,” ungkap Yuno.

Mengenai pendapatan, menurutnya, hal yang relatif. Meski begitu, umumnya mengalami peningkatan pendapatan di kisaran 20–25 persen. Sementara itu, kendaraan yang mengarah ke Puncak saat long weekend diprediksi naik. Mengantisipasi kemacetan, Sat Lantas Polres Bogor menerapkan one way mulai Jumat (1/12) pukul 07.30 WIB.

Kasat Lantas Polres Bogor Hasby Ristama memprediksi, sebanyak 80 ribu kendaraan akan mengarah ke Puncak. Gelombang pertama berlangsung sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Satlantas mencatat, terdapat 21 titik persimpangan dan 6 lokasi besar yang harus mendapatkan penanganan ekstra.

Untuk mengatur titik kemacetan, kata Hasby, pihaknya menyiagakan 100 personel. Selain itu, pasukan tambahan 50 anggota Sabhara dan 40 anggota Polsek. Kapolres Bogor AKBP AM Dicky menegaskan akan memprioritaskan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di daerah-daerah wisata, seperti Puncak dan Ciawi.

“Update terus informasi lalin dan ikuti arahan petugas demi kelancaran,” katanya. Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Budi Sulistyo, menyikapi libur panjang ini dengan biasa saja.

Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan. Namun, dirinya memastikan semua hotel di Puncak siap terisi oleh wisatawan yang berlibur dan menginap. Beberapa hotel berbintang mayoritas kamar terisi. Marketing Eksekutif Hotel Royal Safari Garden, Rully Zulkifly mengatakan, hampir 80 persen dari 407 kamar dan bungalo terisi. “Semua rata-rata sudah pesan sejak lama lewat aplikasi online, karena ini kan baru tanggal merah juga,” katanya.(rp1/rp2/ don/d)

Baca Juga