Beranda Female

Srikandi-srikandi Pimpinan Hotel di Bogor

Srikandi-srikandi Pimpinan Hotel di Bogor

Bagi sebagian perempuan, menjadi pemimpin di bidang perhotelan sangat menyenangkan meskipun tetap memiliki tanggung jawab besar. Mencintainya kemudian fokus menjalani karier di bidang tersebut, kini banyak dilakukan kaum hawa. Seperti yang digeluti Cindy Posumah, Anita Dewi, Rina Kristiani, dan Ika Meylasari. Bagaimana kiprahnya?

Menjadi seorang general manager (GM) adalah pilihan bagi Cindy Posumah. Terlebih, wanita kelahiran 27 Desember 1976 ini memang berlatar bela­kang pendidikan perhotelan. “Saya memang sangat suka bekerja di perhotelan, terutama di bidang pela­yanan. Nah, kalau jadi GM sejak 2013 di Hotel Salak The Heritage,” tuturnya.

Mengawali karier sejak 1999 di Hotel Salak The Heritage, awalnya Cindy berpetugas meng-handle reservasi kamar. Ia pun beberapa kali mendapat promosi jabatan sampai menjadi room division manager yang bertanggung jawab atas dua departmen, yaitu front office dan house keeping.

Kemudian, ia dipindahtugaskan menjadi direktur akademik dan kemahasiswaan Bogor Hotel Institute (BHI) atau yang sekarang menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor. Gaya kepemimpinan yang diterapkan Cindy adalah keterbukaan dan kekeluargaan. Di mana, seluruh karyawan bebas mem­berikan ide agar bisa berkembang dan bekerja dengan baik. “Saya cukup tegas dan sangat disiplin terutama untuk masalah waktu. Tetapi berusaha open management,” tuturnya.

Sementara itu, Anita Dewi mengaku awalnya ”kecemplung” di bidang perhotelan. Terlebih, wanita kelahiran 3 Maret 1971 ini berlatar belakang manajemen ekonomi.

“Karena saya diberikan kesempatan bekerja di perhotelan, saya terima dan ternyata sangat menyenangkan. Saya jadi mencintai pekerjaan ini,” tuturnya.

GM Hotel Royal Padjajaran dan Hotel Royal Juanda ini mulai dipromosikan sebagai pimpinan sejak 2010. Pertama kali masuk dunia perhotelan, Anita bekerja sebagai financial controller. Dalam perjalanan kariernya, Anita pun mengaku bersyukur atas raihan yang didapatnya.

Sama halnya dengan Cindy, gaya kepemimpinan Anita sendiri adalah kekeluargaan. Ia selalu menekankan kepada karyawannya selalu bekerja gembira agar semua pekerjaan bisa dijalankan maksimal. “Bekerjalah dengan hati yang senang, karena pasti semua ide bisa keluar dengan mudah. Tetap fokus dan profesional dengan pekerjaan masing-masing,” tuturnya.

Sama halnya dengan Cindy, Rina Kristiani yang merupakan GM Hotel Permata Bogor ini memiliki latar belakang pendidikan manajemen hotel lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

“Saya memang dari dulu senang di dunia perhotelan, sangat mencintai pekerjaan ini,” tuturnya.

Rina mulai meniti karier di Hotel Marriot Jakarta selama lima tahun. Setelah itu, ia belajar dan mencari pengalaman di Hotel Garden Tulip, Belanda, selama satu tahun.

Kembali ke Indonesia, selama lima tahun Rina bekerja di Pulau Bintan pada bidang yang sama. Dan 2016, ia kembali ke Bogor dan diberi kesempatan menjadi operation manager di Hotel Permata Bogor. Gaya kepemimpinan yang diterap­kan Rina ingin menjadi panutan agar bisa bekerja sama. Di samping menerapkan sistem keke­luargaan.

“Sebagai pemimpin harus menjadi teladan baik, bijak, dan tegas. Sesibuk apa pun dibawa enjoy aja. Kita juga sering hang out bareng agar memiliki kedekatan saat bekerja,” ujarnya.

Terakhir, GM di New Ayunda Hotel Bogor, Ika Meylasari. Wanita kelahiran 23 Mei 1988 ini lulus kuliah 2012 magister manajemen di IPB. Saat mengerjakan tesis, Ika mengambil subjek penelitian di Ayunda Group. Setelah selesai, ia melamar di Ayunda Group dan 2012 diterima sebagai personalia di unit Ayunda Group.

Mei 2013, ketika Ayunda Group opening di Bogor, Ika pun ditugaskan menjadi GM. “Setelah lulus kuliah langsung bekerja di perhotelan. Ternyata sangat menyenangkan, dan ini sesuai passion saya,” tuturnya.

Gaya kepemimpinan yang diterapkannya demokratif, pekerjaan harus diselesaikan secara bersama sesuai job desc masing-masing. “Kami saling membantu dan jika ada permasalahan didiskusikan bersama,” tuturnya.(cr6/c)

Baca Juga