Beranda Metropolis

KRB Bebas Kendaraan Sulit Diterapkan

BELUM BEBAS KENDARAAN: Keinginan wisatawan agar KRB bebas dari kendaraan sulit diterapkan oleh pihak KRB.

BOGOR_Diperbolehkannya kendaraan roda empat masuk ke Kebun Raya Bogor (KRB) mendapat sorotan. Sebab, tak jarang banyak wisatawan yang berjalan kaki terganggu akibat hilir mudiknya kendaraan. Dorongan agar diterapkan car free day (CFD) atau kawasan bebas kendaraan di KRB pun mencuat.

Menanggapi itu, Kepala Sub Bagian Kerjasama dan Informasi Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) KRB-LIPI, Rosiniati Apriani Risna, menyatakan larangan kendaraan masuk ke KRB masih sulit diterapkan. “Upaya ke arah sana sedang diupayakan. Namun, beberapa masalah seperti terbatasnya lahan parkir masih menjadi faktor yang membatasi KRB untuk membuat kebijakan tersebut,” ungkap Risna.

Saat ini, pihaknya tidak bisa menambah kawasan untuk slot parkir di dalam KRB, sebab akan mengurangi ruang terbuka hijau (RTH). Sementara, Pemkot Bogor juga tidak memiliki area untuk menampung parkir kendaraan pengunjung KRB terutama di hari libur.

Karenanya, dengan sangat terpaksa, kebijakan mengizinkan kendaraan masuk harus ditempuh sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan di sekeliling KRB dan Istana Bogor. Namun, kebijakan mobil masuk kebun raya hanya diterapkan pada Senin-Sabtu. Sedangkan, pada Minggu tidak diperbolehkan.

“Kami juga sedang menjajaki sponsorship dengan pihak swasta untuk mengoperasikan sepeda bagi pengunjung dan petugas lapangan,” terang Risna. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku sangat setuju dengan masyarakat dan wisatawan KRB yang ingin KRB bebas dari kendaraan. Masalahnya adalah minimnya kantong di sekeliling KRB.

“Bayang kan saja, setiap akhir pekan, 10–15 ribu orang masuk ke KRB, sedangkan di dalam KRB tidak memiliki parkir,” bebernya. Nah, solusi yang ditawarkan pemkot adalah membangun parkir di Pasar Bogor. Rencana nya, Bogor Plaza akan disulap menjadi lahan parkir. “Tapi tetap saja, Kota Bogor perlu kantong-kantong parkir tambahan,” jelasnya.

Namun, masalah sebenarnya, kata Bima, adalah tingginya penggunaan kendaraan pribadi. Makanya, sekarang ini ia gencar memperbaiki transportasi publik. Sehingga banyak wisatawan ataupun para menteri kabinet yang terus berdatangan ke Kota Bogor bisa mengandalkan transportasi publik di Bogor.

Sebelumnya, aksi protes kendaraan masuk KRB viral di Facebook. Pemilik akun Facebook Bayu Bajra menuliskan unekuneknya tentang kebijakan KRB yang membolehkan kendaraan keliling hutan.(ran/c)

Baca Juga