Beranda Berita Utama

Ke Bogor, Menteri Kabinet Diminta Naik Kereta

BOGOR-Sebulan ke depan, Presiden Joko Widodo bakal berkantor tetap di Istana Bogor. Kondisi itu membuat Wali Kota Bogor Bima Arya berbenah menyiapkan infrastruktur agar lalu lintas Kabinet Kerja terakomodasi. Salah satunya, menyiapkan akses di kawasan Stasiun Bogor.

”Jadi, para Menteri Kabinet bisa ke Bogor naik kereta,’’ kata Bima kepada Radar Bogor. Bima menyebut lalu lintas Kota Bogor bakal sangat padat jika aktivitas menteri-menteri menggunakan mobil.

”Coba bayangkan, ada berapa menteri kabinet. Satu menteri, tiga rangkaian. Berapa ratus mobil masuk ke Bogor ketika rapat. Kalau pejabat-pejabat bisa naik kereta, baik sekali,’’ sebutnya di Balaikota, kemarin (23/11).

Konsep sederhana dalam benaknya, antara lain, meminta para sopir kendaraan Menteri Kabinet mengantar hanya sampai stasiun terdekat di Jakarta. Kemudian menyewa khusus satu gerbong KRL khusus menteri. “Kemudian ke sini naik kereta. Dari zaman presiden pertama kali tinggal di Bogor, saya sampaikan berkali-kali seperti itu. Saya berharap dimaksimalkan penggunaan jalur kereta api,’’ ungkapnya.

Beberapa hari lalu, Bima bersama Muspida Kota Bogor dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan rapat koordinasi. Mereka membahas lalu lalang kendaraan menteri agar tidak menambah kemacetan Kota Hujan.

”Aktivitasnya bisa dari pagi sampai malam di sini. Pertama yang kita antisipasi adalah ketertiban lalu lintas di seputar Istana dan Kebun Raya,’’ kata Bima. Tak hanya akses masuk menuju Bogor, kantong parkir untuk menempatkan mobil para pejabat juga tak kalah penting untuk dipikirkan. Maka, dalam rapat koordinasi tersebut, Muspida menentukan beberapa titik parkir di sekitaran Kebun Raya Bogor.

”Jangan sampai ada penumpukan parkir di sekitaran Kebun Raya. Saya bersama muspida memetakan kantungkantung parkir mana yang bisa digunakan,’’ tuturnya. Seperti diberitakan Radar Bogor beberapa hari lalu, bulan ke depan, Presiden akan full berkantor di Istana Bogor.

‘’Iya (berkantor di Bogor) itu lebih nyaman. Karena di Jakarta sedang ada renovasi infrastruktur,’’ ujar Kepala Sekretariat Kepresidenan (Kasetpres), Heru Budi Hartono, dihubungi Radar Bogor. Heru menjelaskan, seluruh agenda Presiden yang semula dijadwalkan di Istana Merdeka, kini dialihkan ke Istana Bogor.(rp1/c)

Baca Juga