Beranda Berita Utama

Menggelandang di Bogor demi Ketuk Hati Jokowi

MENGGELANDANG: Atun (kanan) bersama putranya di Jalan Jalak Harupat, Kota Bogor.MELDRICK/RADAR BOGOR

Sudah sebulan ini, Atun bersama anaknya menggelandang di Kota Hujan. Perempuan berusia 50 tahun asal Lubuk Sukon, Aceh, itu mengaku sengaja datang ke Bogor demi bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tujuannya, Atun hendak berkeluh kesah tentang kasus kekerasan yang menimpa anaknya.

Laporan: FIKRI SETIAWAN

Bersama putra kesayangannya, Atun menjadikan pedestrian seputar Kebun Raya Bogor (KRB) sebagai tempat tinggal sehari-hari. Untuk menghindari razia Satpol PP, Atun kerap berpindah, tapi tak mau jauh dari lingkungan Istana. Berkali-kali ia mendekat ke pintu masuk Istana Bogor, berkali-kali pula Atun diminta pergi petugas jaga.

”Jangankan mendekat, di pinggir sana (menujuk ke arah pos penjagaan Istana Bogor) saja saya tidak boleh berdiri,’’ ujarnya ditemui Radar Bogor di tepian Jalan Jalak Harupat, Kota Bogor, kemarin.

Saban hari, Atun menunggu lalu lalang mobil presiden di luar gerbang Istana Bogor. Itu dilakukannya sembari mengalungi robekan kertas kardus bertuliskan ‘Dari Aceh untuk bertemu Presiden jadi Terlantar’. Gunanya, untuk mengetuk hati Jokowi agar sudi menerima keluh kesahnya yang dibawa dari Serambi Mekkah.

Selama sebulan lebih berada di Bogor, Atun bertahan hidup dengan berjualan air mineral. Sehari-hari, Atun memandikan anaknya di Sungai Ciliwung, tak jauh dari Lapangan Sempur. ”Kalau ibu (mandi) numpang di Rumah Sakit Salak,’’ akunya.

Harapan Atun bukan hanya menemui Presiden Jokowi, melainkan juga Wali Kota Bogor Bima Arya. Tapi, hal itu kerap gagal karena petugas Satpol PP di lingkungan Balaikota Bogor selalu mencegahnya.

Dikonfirmasi Radar Bogor, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Azrin Syamsudin mengaku mengetahui keberadaan Atun. Dia juga mengaku sudah pernah ‘memulangkan’ Atun ke Kementerian Sosial di Jakarta. ”Dia sebenarnya sudah ditolak. Saya kasihan saja, dia telantar di Bogor,’’ ujarnya.

Azrin menjelaskan, Atun bermaksud mengadukan nasib anak laki-lakinya yang menjadi korban kekerasan dari gurunya ketika bersekolah di Aceh. Hanya saja, aduannya pada pihak kepolisian tidak ditanggapi. Atun kemudian berinisiatif datang ke Jakarta dan Bogor untuk menemui Presiden Jokowi. ”Harusnya dinas sosial Aceh yang melakukan. Tapi kelihatannya dia ngotot pengen bertemu presiden,’’ kata Azrin.(/c)

Baca Juga