Beranda Metropolis

Empat Proyek Dikuasai Satu Kontraktor

BOGOR–Pekerjaan betonisasi Empang-Pasir Kuda kembali menuai sorotan. Pasalnya, ada empat kegiatan dalam proyek yang membentang di Kecamatan Bogor Barat hingga Kecamatan Bogor Selatan itu ’’dimonopoli’’ satu kontraktor. Adalah PT Kalapa Satangkal Makmur Sejahtera yang memborong empat pekerjaan sekaligus.

Padahal, dari data yang dimiliki Radar Bogor, perusahaan tersebut hanya memenangi tender untuk peningkatan struktur Jalan Aria Suryalaga senilai Rp4,1 miliar. Namun kenyataan di lapangan, proyek betonisasi Jalan Pulo Empang, Jalan Aria Suryawinata, dan Jalan Pemda BatasKota, justru dikerjakan oleh perusahaan tersebut. Padahal, perusahaan pemenang tender proyek itu berbeda-beda (lengkap lihat grafis).

“Ada beberapa kegiatan pembangunan betonisasi yang semuanya dilakukan oleh satu pelaksana yang sama. Tentu ini harus dipertanya kan karena perusahaan pemenang tender berbedabeda,” ujar Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor Laniasari.

Apakah penunjukan pelaksana ini masuk kategori subkontrak dari tiga perusahaan kepada PT Kalapa Satangkal Makmur Sejahtera? Kata Lania, masih dicari tahu oleh pihaknya. Karena bila itu disub kontrak kan, maka kualitas pekerjaan akan rendah.

Sebab, pagu yang dibuat telah disesuaikan dengan kebutuhan anggaran untuk pekerjaan dan keuntungan kontraktor. Jika itu disubkontrakkan, subkontraktor juga akan meraih untung dari nilai kontrak yang ada.

”Makanya agar semakin jelas, Komisi C akan kembali memanggil penanggung jawab proyek, Senin (27/11) mendatang. Kita akan fokus pada substansi pembangunan, terutama pada betonisasi jalan yang bermasalah,” katanya.

Terkait itu, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wawan Gunawan mengatakan, pemenang lelang betonisasi Empang-Pasir Kuda memang berbeda-beda. ”Hanya saja, di lapangan mereka memercayakan kepada satu kontraktor. Yakni, Erfat, dan itu tidak masalah,” katanya.

Terpisah, kontraktor pelaksana betonisasi Empang, Erfat menjelaskan, setelah membongkar beton di Pulo Empang, pihaknya sudah menyerahkan bukti pembongkaran beton ke Dinas PUPR. “Kami melakukan itu untuk menjawab opini yang beredar bahwa pekerjaan kami amburadul,” kilahnya.

Setelah dibongkar beberapa segmen, sambung Erfat yang mewakili PT Kalapa Satangkal Makmur Sejahtera, ternyata tidak ada keretakan sampai bawah ataupun struktur jalan menjadi turun seperti yang dituduhkan. “Data-datanya sudah kami serahkan Dinas PUPR, jadi silakan dilihat dan dibuktikan,” tegasnya.(rp1/wil/c)

Baca Juga