Beranda Metropolis

Dulu Rumah ’’Sampah’’ yang Dihuni Sepuluh Orang

BERBAGI
RUMAH BARU: Ibu Aci Juarsih tampak berbahagia menggunting pita didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya. Rumahnya yang dulu tidak layak huni, kini sudah diperbaiki.

Acih Juarsih (69) warga Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, senang bukan main. Kini, ia bersama dua anak dan tujuh cucunya tidak perlu mengungsi ke rumah tetangga jika hujan deras. Pasalnya, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor telah merenovasi rumah ’’sampah’’ miliknya.

Laporan: RANY PUSPITASARI

JIKA musim hujan datang, ia bersama anak perempuannya serta ketujuh cucunya sibuk mengumpulkan ember untuk menampung air yang menembus atap rumah, yang berlokasi di RT 01 RW 10,
Gang Masjid, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur itu. Titik kebocoran pun di mana-mana.

Mulai bagian dapur, kamar belakang, serta ruang tamu. “Kalau bocor kami sudah sibuk, semua kumpulin ember, besarbesar
Kadang kami sampai diam dekat pintu karena banjir di rumah. Tidak bisa duduk karena banyak dipenuhi ember,” bebernya kepada Radar Bogor.

Repotnya lagi kalau hujan deras di malam hari. Ketika cucu-cucunya tertidur pulas, terpaksa harus ia bangunkan untuk membantunya mengumpulkan ember untuk menampung air yang masuk. “Sedih banget kalau ingat-ingat itu. Cucu sampai merengek ke saya untuk mengungsi ke rumah tetangga karena ingin tidur,” ucap Acih sambil berkaca-kaca.

Namun, kini kondisinya berbeda. Rumah dengan dua kamar, satu dapur dan kamar mandi serta ruang tamu yang tidak berukuran besar itu sudah tidak lagi bocor. Rumah yang ia huni sejak lahir itu pun memiliki fondasi tembok yang tidak menempel dengan tetangganya.

“Ini rumah ’sampah’ semua, tidak ada temboknya, hanya tripleks. Kemarin ketika direnovasi tidak ada yang tersisa, dibuang semua. Makanya, saya sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini, saya sangat senang,” ungkapnya. Sementara itu, Dirum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan menuturkan, PDAM merupakan perusahaan daerah yang harus bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kota Bogor.

Salah satu bentuk pertanggungjawaban terhadap kesejahteraan, di antaranya dengan memperhatikan warga Kota Bogor melalui program renovasi RTLH. “Untuk itu, melalui program ini kami coba membantu meringankan beban warga,” katanya. Tahun ini, kata Rino, ada tujuh RTLH yang direnovasi dengan jumlah dana Rp450 juta.

Sementara itu, rencananya di tahun depan akan lebih difokuskan pada saluran sanitasinya atau yang masih berhubungan dengan core business PDAM Tirta Pakuan. “Ketujuh RTLH ada di setiap kecamatan, khusus satu RTLH dekat sumber air PDAM Tirta Pakuan di daerah Cibanon, Sukaraja Bogor, yang nantinya akan dibangun fasilitas Water Treatment Plant (WTP),” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, rumah adalah surga dunia, rumah adalah tempat di mana menjadi baik dan sehat atau sebaliknya. Rumah yang baik dan sehat akan membuat kita menjadi sehat. “Pemkot Bogor senantiasa berupaya agar warga dapat tinggal di tempat yang layak. Namun, anggaran terbatas, sementara permintaan banyak,” ucapnya.

Selain Acih Juarsih, warga Kota Bogor lainnya yang menerima bantuan serupa, di antaranya, Babay Bushori warga Kampung Seremped, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal; Mali warga Kampung Tari Kolot, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara; Siti Rohana warga Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan; Yudi Hendiarko warga Panaragan Kidul, Kecamatan Bogor Tengah; dan Komarudin warga Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Selain itu, program CSR ini diberikan kepada warga di Lomba P2WKSS Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, tepatnya warga Muara Kidul. Di antaranya Nurdin (RT 03 RW 11), Lili Marhali (RT 03 RW 11) dan Mamad (RT 01 RW 11).(ran/c)

Komentar Anda

Baca Juga