Beranda Politik

AY Ogah Jadi Wakil JA di Pilbup

BERBAGI

CIBINONG-Persaingan jelang pemilihan bupati Bogor makin ketat. Sejumlah partai pun mulai melakukan lobi-lobi politik, bahkan ada yang sesuai dengan pilgub. Namun, hal tersebut tak berlaku bagi bakal calon bupati dari PPP, Ade Yasin (AY).

Padahal, di Pilgub Jabar, partainya berkoalisi dengan Golkar mengusung Ridwan Kamil. Seperti diketahui, Partai Golkar mengusung Ade Ruhandi atau Jaro Ade (JA) sebagai calon bupati. Namun, menurut AY, di politik semuanya bisa saja terjadi. Tetapi ia tetap akan mempertahankan posisinya sebagai calon bupati Bogor.

“Harga mati! Apa alasannya saya mundur F1 jadi F2? Saya tidak mau, saya siap bertarung!” tegasnya. Sementara itu, sejumlah bakal calon yang menjadi pendamping perempuan yang kini menjabat Ketua DPW PPP Jawa Barat itu pun mulai mengerucut.

Seperti Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor Iwan Setiawan dan Sekretaris DPW Hanura Jawa Barat Fitri Putra Nugraha alias Nungki. “Iya, ada beberapa nama yang masuk. Tapi ini menjadi bahan untuk dikonsultasikan dengan kawankawan,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Saat ini, ia tengah memerintahkan DPC PPP Kabupaten Bogor berkomunikasi terhadap partaipartai yang nantinya akan berkoalisi. “Jadi kalau menyodorkan nama tapi belum berkoalisi itu sulit, syaratnya berkoalisi,” imbuhnya.

Meski belum ada kepastian, beredar kabar ada sepuluh nama yang ingin menjadi bakal calon pendamping AY. Ia juga tidak menampik ada beberapa nama seperti Iwan dan Nungki yang berpeluang menjadi wakil bupati Bogor di Pilbup 2018.

“Biarkan calon-calon (wakil bupati, red) berkompetisi. Tetapi nanti kesepahaman dan kesepakatan terakhir, survei menjadi salah satu pertimbangan,” terangnya. Saat ini, kata dia, enam partai yang pernah melakukan komunikasi politik masih tetap sepakat bersama, bahkan besar kemungkinan bertambah. “Insya Allah akan bertambah,” ujarnya.(ded/c)

Komentar Anda

Baca Juga