Beranda Politik

Rekomendasi Diklaim Bisa Berubah

BERBAGI
SERIUS: Dedi Mulyadi (kiri) berbincang dengan Aburizal Bakrie, beberapa waktu lalu.

JAKARTA-Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sudah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik. Nah, diprediksi keputusan pilkada di sejumlah daerah pun berubah. “Itu hal teknis. Menurut saya, rekomendasi itu gampang, dilakukan pengkajian secara mendasar oleh tim khusus saja selesai.

Paling penting perubahan struktur dan kultur dulu,” kata Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi di kantor DPP, Senin (20/11). Ia menilai, pembahasan perubahan rekomendasi penting jika ada pimpinan baru di tubuh partai berlambang pohon beringin ini. “Kalau nanti dengan pemimpin baru, kebijakan baru, melakukan evaluasi demi kebaikan partai kenapa tidak. Karena tujuannya partai ini kan menang. Modal demokrasi Golkar harus terjaga dengan baik,” terangnya.

Sebelumnya, Partai Golkar resmi memberikan rekomendasi kepada Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham meyakini tiga partai koalisi pendukung Ridwan Kamil, yakni NasDem, PKB dan PPP akan setuju jika jagoan mereka dipasangkan dengan Daniel.

Sementara itu, tak mau kehilangan kesempatan, Ketua DPD Hanura Jawa Barat Aceng Fikri berharap dipinang menjadi bakal calon wakil gubernur pada Pilgub Jabar 2018. “Sesuai arahan DPP Partai Hanura,” katanya usai Rapimcab DPC Hanura Karawang.

Aceng menyatakan, hingga kini masih melakukan komunikasi politik ke sejumlah partai menjelang Pilgub Jabar, di antaranya dengan PDIP dan Demokrat. Termasuk, bersama Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi.

Dari awal, Dedi Mulyadi diharap kan meminang dirinya. Sebelum nya DPD Hanura Jabar bah kan sudah menyampaikan nama Dedi Mulyadi ke DPP. Aceng juga yakin menjelang Pilgub Jabar ini semua kemung kinan masih bisa terjadi.(net)

Baca Juga