Beranda Female

Ketika Buah Hati Terpapar Pornografi, Kesepian dan Stres Paling Rentan

AWASI: Kenali sejak dini anak yang terpapar pornografi agar dapat ditangani dengan segera.Ist

Saat ini banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi karena efek negatif dari dunia maya. Tak sedikit anak-anak yang sudah terpapar pornografi karena kurangnya pengawasan dari orang tua dan orang dewasa di sekitarnya. Lantas, apa yang harus dilakukan orang tua jika anak sudah terpapar pornografi atau mencegah agar buah hati kita tidak terpapar pornografi?

Kriminolog yang juga pemerhati anak Haniva Hasna menjelaskan, pornografi zaman sekarang mudah diakses di mana pun dan kapan pun. Jika dulu, porno­grafi sangat sulit diakses, harus pergi ke bios­kop atau membeli novel. Tapi seka­rang, bisa dijang­kau de­ngan mu­dah tanpa biaya, ber­sifat rahasia dan pornografi me­­nge­jar para kon­su­mennya dengan masif.

”Orang tua perlu mengetahui bahwa anak-anak dapat mengakses pornografi melalui situs inter­net. Jika anak sedang me­nger­jakan tugas ada baiknya didam­pingi karena anak akan mudah meng­akses por­no­grafi me­lalui internet,” jelas­nya. Terkadang, lan­jutnya, ada pada beberapa video games, film, video klip bahkan di komik sekalipun konten berbau unsur pornografi kerap muncul.

“Anak bisa terpapar pornografi karena orang tua yang terlalu sibuk, tidak memiliki pemahaman akan bahaya gadget, tidak melakukan persiapan, perjanjian, pemberian dan evaluasi sebelum mem­­berikan handphone kepada anak, dan kurang mengetahui teknologi,” tutu­rnya, saat ditemui di sela-sela acara Islamic Book Fair Masjid Raya.

Haniva menuturkan, ada beberapa tipe anak yang bisa terpapar pornografi, yaitu BLAST (boring, lonely, angry/ afraid, stres dan tired). Pertama adalah anak dengan tipe boring, anak-anak yang kesehariannya memiliki kegiatan dengan rutinitas sama akan rentan mengakses pornografi. Kedua, anak dengan tipe lonely, ketika sosok ibu yang tidak hadir sebagai teman, ketika anak bercerita malah memberikan sikap penolakan bukan mendengarkan, membuat anak kesepian dan terjerumus ke dalam pornografi.

“Sebagai seorang ibu harus menjadi teman yang baik untuk anak, harus ada jika dibutuhkan, anak butuh seseorang yang bisa mendengarkan keluh kesahnya sehingga dia tidak merasa sendiri dan melakukan hal yang tidak diharapkan,” tutur wanita yang menjabat direktur Lembaga Pratista Indonesia (Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan dari Tindak Kekerasan) ini.

Ketiga, anak dengan tipe angry dan afraid, anak akan marah jika orang tua bersikap membanding-bandingkan dia dengan orang lain. Anak akan merasa memiliki tekanan hidup.

Keempat, anak dengan tipe stres. Anak yang terlalu dibebani orang tua seperti dipaksa untuk berprestasi tetapi sebagai orang tua tidak memberikan dukungan, maka akan membuat anak stres dan memilih menenangkan pikirannya dengan mengakses pornografi.

Kelima, anak dengan tipe tired, yaitu anak dengan segudang kegiatan tanpa diperhatikan dan diberikan penyegaran di waktu luang, maka dia akan mencari penyegaran sendiri dengan mengakses konten pornografi.

Pornografi sangat mudah di akses melalui smartphone. Ketika banyak pertanyaan muncul, apakah boleh memberikan anak sebuah smartphone ? Jawabannya, boleh. Tapi ada beberapa ketentuan yang harus diberikan kepada anak sebelum menggunakannya. “Boleh diberikan tetapi beritahu aturan dari awal dan bentengi anak melalui kegiatan positif,” tegasnya.

Orang tua juga perlu memberikan aturan sebelum memberikan smartphone seperti jangan sampai mengganggu jam belajar, atau beri pemahaman agama yang kuat agar anak membentengi diri dari hal-hal negatif. ”Buat kesepakatan bersama, kuatkan internal anak dan berikan anak tambahan aktivitas fisik,” tandasnya.(cr6/c)

Baca Juga