Beranda Metropolis

Kalahkan 39 Peserta dari 20 Negara

BERBAGI
BANGGA: Hazel Ramadhan bersama Kepala SD Bina Insani, Fatchul Dzannah.ismi/Radar Bogor.

Siswa kelas 6 SD Bina Insani, Hazel Ramadhan, membuat bangga Indonesia. Dia menjuarai perlombaan karate Internasional ‘2nd Edition of International Karate Open of Province de Liege 2017’ pada 8–14 November di Herstal, Belgia. Tampil sebagai peraih medali emas kategori KATA atau gerakan dalam karate dalam lomba tersebut, Hazel sukses mengalahkan 39 lawan lainnya dari 20 negara berbeda.

Laporan: Ismiatunnisa Utami

Hazel menceritakan, dia telah melalui banyak ajang perlombaan karate, mulai lokal, nasional hingga internasional. Awalnya, Hazel ikut Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kecamatan Desember 2016, berlanjut ke tingkat kota pada Maret.

“Agustus juara 1 di tingkat provinsi, dan September juara tingkat nasional di Medan,” kata Hazel kepada Radar Bogor. Dia lalu direkrut Kemendikbud untuk ajang di tingkat internasional.

Hazel menjelaskan, dirinya mengikuti serangkaian latihan dan proses karantina sebelum berkompetisi di Belgia. Selama seminggu dia berlatih di Amos Cozy Hotel bersama dengan enam atlet karate lainnya yang juga mewakili Indonesia.

“Terus pulang, istirahat seminggu, dan seminggu sebelum berangkat ke Belgia berlatih lagi di Jakarta,” ungkapnya.

Anak pertama dari dua bersaudara iitu, mengaku sangat terharu dan bangga bisa mendapatkan juara 1 dengan membawa nama Indonesia. Ke depan, Hazel akan terus mengikuti lomba untuk pengalaman dan mengukur kemampuan diri. “Pokoknya latihan terus dan jangan putus asa,” katanya.

Hazel mengaku tidak akan berhasil seperti sekarang tanpa adanya dukungan orang tua dan sekolah. Sejak kecil, Hazel menyukai karate, sebab tertarik dengan cerita ayahnya yang merupakan atlet karate. “Aku mulai ikut ekstrakurikuler karate di sekolah sejak kelas 1 SD, dan sekolah selalu mendorong saya mengikuti kompetisi,” tuturnya.

Kepala SD Bina Insani, Fatchul Dzannah, mengaku senang dan bangga atas prestasi yang diraih siswanya itu. Fatchul menilai, Hazel adalah pahlawan muda bagi sekolah, sebab untuk bisa mencapai ajang internasional itu sangat sulit, terlebih mendapatkan juara 1.

Fatchul berharap, kemunculan Hazel menjadi motivasi siswa SD Bina Insani lainnya untuk terus meningkatkan prestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Pihaknya akan terus memfasilitasi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat, sehingga guru juga berperan aktif mendorong siswa percaya diri dengan kemampuan yang mereka miliki.

“Caranya, dengan mengikutsertakan mereka dalam ajang-ajang kompetisi yang bisa memacu semangat,” kata Fatchul.(c/)

Baca Juga