Beranda Berita Utama

Setnov Gejala Gegar Otak

TIM PENGACARA SETNOV

JAKARTA–Drama terkait Ketua DPR Setya Novanto kembali berlanjut. Ketua Umum Partai Golongan Karya itu tiba-tiba berbicara di salah satu media televisi bahwa dirinya akan menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Namun, tersangka kasus kartu tanda penduduk elektronik itu urung menyerahkan diri karena lebih dulu mengalami kecelakaan lalu lintas dan harus menjalani perawatan medis.

Kabar bahwa Setnov akan menyerahkan diri dan berlanjut keperistiwakecelakaanberlangsung dalam waktu singkat. Sekitar pukul 18.30 WIB kemarin (16/11), Setnov melalui percakapan telepon kepada sebuah media menyatakan akan menyerahkan diri ke KPK.

Namun, tidak lama kemudian, ketua umum Partai Golongan Karya itu dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau akibat mengalami kecelakaan. Bersamaan dengan kabar kecelakaan itu, beredar viral video Toyota Fortuner berpelat B 1732 ZLO mengalami kecela kaan menabrak tiang listrik.

Mobil itu disebut ditumpangi oleh Setnov. Kecelakaan itu berlokasi di Jalan Permata Berlian, kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Lokasi kecelakaan itu disebut-sebut tidak jauh dari kediaman Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

GEGAR OTAK: TKP kecelakan mobil Ketua DPR RI Setya Novanto di kawasan Perumahan Permata Hijau, Simprug, Jakarta, Kamis (16/11). Setya Novanto dirawat di RS Medika Permata Hijau, Jakarta, FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

Setnov langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara sekitar pukul 20.00 WIB. Di sana, sudah terlihat pengacara Setnov Frederich Yunadi yang tampak mondar-mandir. Yunadi menyebut menunggu kehadiran Deisti Novanto, istri Setnov, yang meluncur dari kediamannya.

”Sebentar saya sedang menunggu Ibu,” kata Yunadi. Sekitar pukul 20.30, Deisti dengan menumpang mobil Alphard hitam tiba di RS Medika. Dengan pengawalan ketat, Deisti langsung dibawa menuju lantai 3 RS Medika, tempat Setnov dirawat.

Kepada wartawan, Yunadi menjelaskan bahwa dirinya mendapat telepon dari ajudan Setnov bahwa kliennya akan ke KPK untuk menyerahkan diri. Sebelum menyerahkan diri, Setnov sedianya akan dibawa untuk wawancara dengan salah satu stasiun televisi.

”Tapi, di perjalanan ajudan ngasih tahu, Pak kita kecelakaan, mobil kaca depan hancur, beliau luka, langsung pingsan,” kata Yunadi.

Yunadi tidak tahu persis lokasi kecelakaan. Dirinya memastikan bahwa ajudan menelepon dirinya mendekati pukul 20.00. Ajudan menyebut bahwa Setnov terburuburu karena mau mengejar waktu untuk secepat mungkin ke KPK.

”Karena kemarin KPK datang kebetulan beliau lagi ada tugas sama orang penting, jadi, beliau dari sana langsung balik,” ujar unadi tanpa menyebut asal muasal hilangnya Setnov.

Terkait dengan kondisi Setnov, Yunadi menyebut selain kaca depan pecah, kaca kanan dan kiri juga pecah. Setnov saat tiba di RS langsung mendapat penanganan dokter dan akan segera menjalani magnetic resonance imaging (MRI).

”Dokter sudah ambil tindakan pertama menghentikan pendarahan, kemudian mengobati kepala yang memar, pelipisnya bendol seperti bakpao, sininya (menunjuk pipi) baret kena kaca. Kalau lihat kondisi mobilnya, orang pasti mikir sudah lewat, hancur cur cur,” ujar Yunadi.

Yunadi sempat menunjukkan foto kondisi Setnov melalui telepon seluler pribadinya, namun menolak saat diminta awak media. Yunadi melanjutkan, saat dicek, tensi darah Setnov juga mencapai 190. Tingginya tensi darah Setnov karena latar belakang hipertensi yang dialami pria 62 tahun itu.

Yunadi juga memastikan Setnov saat ini berada di dalam pengawasan intensif. ”Apalagi keadaan belakang ini stres, jadi, beliau belum siuman, sudah mulai disuntik, diinfus, kepalanya dibungkus-bungkus,” ujarnya.

Yunadi menambahkan, dari hasil keterangan dokter saat memeriksa, menyebut kondisi Setnov terdapat gejala gegar otak. Karena itu, dokter saat ini memberikan obat antiradang dan penenang kepada Setnov.

”Dikasih penenang, karena kalau gegar otak supaya jangan goyang dulu. Jadi, besok paginya akan bisa MRI otak seluruhnya, kemudian jantung kemampetannya kelihatan,” ujarnya.

Yunadi sempat emosi saat disebut bahwa kliennya sembunyi dari jemputan penyidik KPK. Menurut dia, Setnov baru saja dari luar kota untuk menghadiri pertemuan penting. ”Jangan ngomong sembunyi ya, beliau ada tugas. Kebetulan ada keperluan sangat penting dan kebetulan HP-nya habis charger,” ujarnya.

Yunadi kembali menegaskan bahwa Setnov tidak akan menghilang ke mana-mana. Menurut dia, sesaat setelah dokter menyatakan Setnov sembuh, maka otomatis yang pertama kali didatangi adalah KPK.

”Sebagai tanggung jawab negara beliau harus memberi penjelasan pada rakyat,” ujarnya. Hingga pukul 22.30, suasana di depan RS Medika semakin ramai. Sejumlah kader Angkatan Muda Partai Golkar nampak sudah datang untuk melihat kondisi Setnov.

Personel kepolisian dari Polres Jakarta Barat juga semakin banyak terlihat di sekitar RS Medika. Sementara itu, tidak nampak aktivitas berarti di rumah Setnov di Jalan Wijaya XIII Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin (16/11) setelah malam harinya didatangi tim penyidik KPK.

Yunadi menuturkan rumah Setnov habis “diobrak-abrik” oleh KPK. 16 orang penyidik menggeledah ruangan demi ruangan. “Apa aja digeledah, kamar pembantu kamar sopir, sampai tempat pakaian dalam juga,” katanya.

Menurut Yunadi, tindakan penggeledahan oleh KPK jelas jelas melanggar HAM, UUD 1945 dan KUHAP. Ia juga mengecam pernyataan jubir KPK yang mengatakan bahwa Setnov 3 kali dipanggil berkali-kali tapi tidak merespon.

“Bohong itu, baru ada sprindik 113 yang menyatakan kalau pak Setnov tersangka, berarti itu pemanggilan pertama, KPK sudah membohongi publik,” katanya. (tau/bay)

Baca Juga