Beranda Metropolis

Baru Dibetonisasi Sudah Retak-retak

Sumber:Berdasarkan data LPSE Kota Bogor (Nilai anggaran berdasarkan pagu anggaran)

BOGOR–Proyek betonisasi jalan di kawasan Empang mendapat sorotan. Sebab, baru beberapa minggu selesai dikerjakan, kondisi jalan yang menghabiskan anggaran Rp1,4 miliar itu sudah retak-retak di sejumlah titik.

Retakan tersebut memang tidak terlalu terlihat dari jauh, lantaran bias dengan warna beton dan sengaja ditutupi aspal. Namun, jika dilihat lebih dekat, retakan itu cukup mengkhawatirkan. Mengingat proyek ini baru beberapa minggu selesai dikerjakan.

“Memang struktur beton itu kuat. Tapi kalau pengerjaannya tidak sesuai, ya tetap saja cepat rusak. Apalagi, ini sudah terlihat retak-retaknya,” ujar Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor Lania Sari.

Dia mengaku sudah melihat langsung retakan tersebut dalam inspeksi mendadak (sidak) yang mereka lakukan Selasa (14/11) lalu. “Kami sudah minta agar dinas memanggil kontraktornya. Karena kualitasnya sangat mengecewa kan. Khususnya Jalan Empang sampai Cibalagung,” tukasnya.

Sementara, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku telah memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Chusnul Rozaqi agar pihak pelaksana bertanggung jawab.

“Dibongkar saja segera, untuk diperbaiki titiktitik yang retak. Menurut laporan, kemungkinan karena dibuka sebelum jalan betulbetul kuat,” kata Bima. Rencananya, kata dia, panjang jalan beton yang harus dibongkar sekitar 40 meter.

Penyebab rusaknya, menurut Bima, karena beban kendaraan. Semestinya, minimal tujuh hari setelah pengecoran jalan baru bisa dilalui. “Berdasarkan laporan, sudah ada yang membuka karena ada iring-iringan yang mau lewat,” tuturnya.

Terpisah, Ketua pelaksana proyek betonisasi jalur Empang hingga Pasirkuda dari PT Makmur Sejahtera, Ervat, mengaku sudah mendengar keluhan soal beton yang rusak. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Dinas PUPR terkait keretakan di beberapa segmen.

“Kalau untuk mutu, saya selaku pelaksana di pembetonan jalan Pulo Empang, sudah menyerahkan hasil lab untuk mutu beton yang digunakan, dan sudah duiji oleh PUPR. Jadi, mutu beton sudah sesuai dengan mutu yang ditetapkan,” kilahnya.

Meski begitu, sebagai pelaksana dia siap bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. Nantinya, dia akan membongkar bagian segmen yang rusak dan kembali akan dibeton ulang.

“Harapan saya, setelah dibongkar dan dibeton kembali, masyarakat lebih bersabar untuk melewati beton yang baru dikerjakan kembali. Karena beton yang kita gunakan, pada masa waktu tujuh hari baru bisa dilintasi. Kalau yang rusak ini kan umur beton baru empat hari sudah dilintasi masyarakat setempat,” bebernya.

Dia membantah tudingan DPRD Kota Bogor yang menyatakan kualitas dan anggaran yang dikeluarkan tidak sesuai. “Sekarang dewan sudah cek belum mutu yang saya pakai? Kok bisa bilang enggak sesuai? Sedangkan saya mengerjakan sudah sangat sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan dan sudah sesuai dengan perencanaan konsultan,” paparnya.

Lebih lanjut Erfat mengatakan, mutu beton yang digunakan berjenis FS45 yang tujuh hari kering, dengan tebal beton 25 cm, dan tebal lantai dasar 5 cm. “Makanya, setelah saya bongkar dan dibeton kembali. Saya mohon kepada masyarakat agar lebih sabar,” pungkasnya

Sementara itu, Ketua pelaksana PT Asa Media Solusindo sebagai pelaksana betonisasi di Jalan Roda dan Jalan Gedong Sawah, Widodo menjelaskan, tidak ada kendala dalam proyek betonisasi. Karena sudah ada koordinasi, semisalnya dengan satlantas dan masyarakat.

“Biasanya memang ada kendala, masalah lalu lintas karena sering susah diatur. Tapi, semua itu bisa dimaksimalkan, asalkan ada koordinasi di lapangan,” imbuhnya. Untuk diketahui, PT Asa Media Solusindo menjadi pelaksana betonisasi di Jalan Roda 650 meter juga Jalan Gedong Sawah 180 meter.

Sedangkan, PT Makmur Sejahtera menjadi pelaksana di empat titik betonisasi, mulai batas kota 820 meter, Empang 420 meter, Aria Suryawinata 914 meter, dan Aria Suryalaga 925 meter. (wil/c)

Baca Juga