Beranda Metropolis

Contra Flow hingga Akhir Tahun

BERBAGI
DISEKAT: Persiapan Contra Flow di sebagian badan jalan sholis sudah dilakukan kemarin (15/11) terlihat kendaraan yang mulai mengular.

BOGOR–Pemberlakukan contra flow di sebagian ruas Jalan Sholeh Iskandar (Sholis), Kecamatan Tanahsareal, akan diberlakukan hingga akhir tahun. Artinya, sejak kemarin (15/11) hingga 45 hari ke depan, para pengguna jalan superpadat itu harus bersabar, berbagi lajur dengan kendaraan dari berlawanan arah di beberapa titik.

“Tetap empat lajur. Dua lajur arah Yasmin dan dua lajur arah Kedungbadak. Rencananya, (contra flow) sampai akhir tahun,” ujar Kepala Satlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Bramastyo Priaji.

Meski begitu, penerapan contra flow masih bersifat fluktuatif kemarin. Dari informasi yang diterima Radar Bogor, semula contra flow akan diterapkan pukul 16.00, namun diundur ke pukul 20.00. Tapi hingga pukul 20.15 malam, rupanya tak kunjung diberlakukan.

Meski begitu, markah jalan sudah nampak disediakan sepanjang 150 meter atau tepatnya di area P57–P58. Penempatan markah jalan itu sudah tentu membuat arus kendaraan dari Tol BORR menuju Yasmin berlaku dua lajur, sedangkan dua lajurnya terlihat dibiarkan masih kosong, belum dilintasi dari kendaraan berlawanan arah.

MACET PARAH: Jalur alternatif di Jalan Tentara Pelajar macet parah kemarin siang.

Menurut Bram, contra flow terpaksa dilakukan lantaran ada pengerjaan erection box girder untuk pembangunan Tol BORR seksi IIB. “Jadi, jalur utara yang satu sisi dengan Ramayana Robinson, atau dari arah Yasmin ke Kedungbadak dimatikan, untuk parkir crane,” bebernya.

Sementara, jalur sebaliknya yakni dari arah Kedungbadak menuju Yasmin akan digunakan dua arah, terhitung mulai titik P57 sampai P66. Rencananya, pengerjaan erection box dari titik P57 ke P58 ditarget rampung lima hari.

Artinya, jika pengerjaan yang sama dilakukan secara beruntun hingga ke P66. Maka total waktu yang dibutuhkan sekitar 45 hari. “Pengalihan pertama sekitar satu minggu atau paling cepat lima hari. Kalau sudah selesai bergeser lagi dari P58 ke P59, dan seterusnya. Kurang lebih sampai akhir tahun,” kata Bram lagi.

Di sisi lain, sepanjang hari kemarin jalur-jalur alternatif di sekitaran Sholis justru yang terpantau padat. Rencana penutupan satu titik ruas Sholis membuat mayoritas pengendara memilih jalur alternatif dan menimbulkan kemacetan.

Seperti di Jalan Raya Cimanggu dan Tentara Pelajar. Sedari pagi kemarin, antrean kendaraan mengular di ruas jalur ini. Kondisi terbalik malah terjadi di Jalan Sholis. Jika setiap pagi ruas jalan ini dipadati kendaraan, kemarin malah sempat lengang. Memasuki siang hari, anteran kendaraan sempat terjadi dari arah Yasmin menuju Tol BORR.

Menurut KBO Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Budi Suratman, kondisi lalu lintas Kota Bogor, khususnya di jalur Sholis terpantau stabil. “Sementara masih lancar, tidak ada permasalahan. Alternatif yang menggunakan RE Martadinata maupun Jembatan Merah menuju Gunung Batu sampai saat ini lancar,” ujarnya.

Tapi, khusus untuk pagi hari, menurutnya, di mana pun wilayahnya pasti terjadi kepadatan kendaraan. Sebelumnya, Project Manajer PT Wika, Ali Afandi mengatakan, penutupan itu terpaksa dilakukan untuk pemasangan erection box yang tak lagi menggunakan alat launcher gantry (LG) seperti sebelumnya.

”Kami menggunakan cara shoring, yaitu dengan ditopang beberapa rangka baja. Kalau zona 1 sama zona 2 pakai LG. Zona yang sekarang dikerjakan ini merupakan irisan dari zona 1 dan 2 yang posisinya berada di tengah-tengah,’’ jelasnya. Penggunaan metode shoring merupakan pilihan terakhir.

Pasalnya, jika tetap memaksakan menggunakan LG, harus menunggu masa pemasangannya selama satu bulan. Sedangkan, pembangunan Tol BORR seksi IIB ditarget rampung 100 hari lebih cepat, yakni pada Maret 2018 mendatang.

”Shoring itu rangka baja yang dari bawah, terus diangkat pake crane. Kalau pakai itu waktunya tidak akan cukup. Kalaupun dipaksakan, baru bisa berjalan di akhir Desember,’’ kata Ali.(rp1/d)

Baca Juga