Beranda Metropolis

Mahasiswa UI Kawal Kesehatan Jiwa Anak Mulyaharja

KOMPAK: Mahasiswa Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Mulyaharja, Bogor, kemarin (14/11)NELVI/RADAR BOGOR.

BOGOR–Sebanyak 225 anak usia sekolah di Kelurahan Mulyaharja akan mengikuti terapi kelompok terapeutik untuk meningkatkan perkemba ngan mentalnya.

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (UI) itu, meru pa kan program kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa S-2 UI.

Kepada Radar Bogor, Kepala Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan UI, Herni Susanti menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dan civitas akademika UI terhadap masyarakat.

“Fokusnya adalah peningkatan kesehatan mental dan peningkatan kesehatan harga diri kepada anak usia sekolah melalui pemberian terapi kelompok terapeutik,” ujarnya dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Mulyaharja, kemarin (14/11).

Terapi terapeutik, kata dia, merupakan kategori terapi yang diberikan kepada anak dalam kategori yang sehat jiwanya. Dengan tujuan, anak yang diberikan terapi tersebut bisa menjaga kesehatan jiwanya. “Bahkan bisa meningkatkan kesehatan jiwanya,” ujar dia.

Nantinya, sebanyak 225 anak tersebut akan dibagi menjadi 12 kelompok sesuai dengan RW-nya. Lalu, mahasiswa dan dosen UI akan terjun langsung ke tempat-tempat yang telah disediakan warga untuk sharing ilmu dan menerapkan terapi terapeutik.

“Masingmasing kelompok berisikan 8 anak dan diberikan 5 kali pertemuan dengan jenjang usia 6–12 tahun,” ucapnya. Tentu, kata Ratna, mereka memiliki berbagai penilaian kecapaian yang nantinya akan melihat perkembangan kesehatan jiwa dan harga diri anak dalam berjalannya program.

“Kami juga berikan buku penilaian yang mereka isi setelah pertemuan, dari poin-poin itu pula kami ambil penilaian,” tegas Ratna.

Ia berharap, dengan adanya program ini, warga Bogor, khususnya wilayah Mulyaharja yang tingkat perekonomian nya rendah di Kota Bogor, bisa menjaga kesehatan anak-anak mudanya yang merupakan generasi penerus bangsa.(ran/c)

 

Baca Juga