Beranda Pendidikan

SMA Kosgoro Gelorakan Semangat Juang

MEMOTIVASI: Mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Hayono
Isman yang juga putra pahlawan Nasional, Mas Isman, saat hadir di
SMA Kosgoro

BOGOR–Untuk menggelorakan semangat para siswa dalam mencontoh perjuangan para pahlawan, SMA Kosgoro mengundang Hayono Isman sekaligus putra pahlawan Nasional Mas Isman pada upacara peringatan Hari Pahlawan dan HUT Kosgoro ke-60, kemarin (13/11).

Upacara juga dihadiri keluarga besar SMA Kosgoro, di antaranya Sekretaris Majelis Pendidikan Nasional (Madiknas) Kosgoro, Arifuddin NZ, ketua Generasi Muda Kosgoro, Baroto Isman dan wakil Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro, Rika Sartika.

Menurut Kepala SMA Kosgoro, Tri Atmojo, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menggelorakan semangat para siswa dalam menumbuhkan semangat perjuangan dan mempersiapkan masa depan siswa.

“Kehadiran para tokoh Kosgoro sebagai Pembina upacara setiap tahun diharapkan dapat mewariskan nilai-nilai kejuangan Kosgoro seperti yang dulu dilakukan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) sebagai cikal bakal Kosgoro,” kata Tri.

Sementara itu, dalam pesannya Ketua Umum Pimpinan Pusat Kosgoro, Hayono Isman mengingatkan, tantangan bangsa ke depan akan lebih berat dari pada saat ini. “Perubahan zaman yang cepat di semua kegiatan kehidupan, diperlukan daya saing dengan karakter yang kuat,” ujarnya.

Ketua umum Kosgoro yang pernah menjadi menteri pemuda dan olahraga pada masa Presiden Suharto tersebut berharap, para pelajar Kosgoro ke depan mampu menjadi anak bangsa yang ahli. “Ahli dalam mengatasi beragam permasalahan bangsa bukan menjadi generasi yang suka mengeluh,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hayono juga menceritakan, para pelajar yang kemudian dikenal dengan TRIP gigih melalui pena dan senjata berjuang untuk negara. “Anak-anak muda belia, usia belasan tahun turut serta dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa dan negara,” imbuhnya.

Hayono juga menjelaskan Mas Isman sebagai pendiri Kosgoro adalah orang yang mendirikan TRIP Jawa Timur pada 1945-1951. “Sehingga pada 2016 diberikan gelar Pahlawan Nasional karena beliau sosok pejuang yang pantas untuk ditiru,” bebernya.(cr1/c)

 

Baca Juga