Beranda Metropolis

Kaget, Tagihan Air Naik Jadi Rp1 Juta

BERBAGI

BOGOR–PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih menelusuri naiknya tagihan air milik pelanggan di Kompleks Perumahan Vila Bogor Indah, Kecamatan Bogor Utara.

Pasalnya, beberapa warga di sana mengeluhkan tagihan PDAM yang membengkak hingga 100 persen. Bila biasanya mereka membayar tagihan Rp100 ribu per bulan, kini mereka harus membayar hingga Rp1 juta.

Seperti yang diungkapkan Astrid (38) warga Perumahan Vila Bogor Indah. Dia mengaku kaget karena tagihan PDAM untuk Oktober mencapai Rp1,2 juta. Padahal, biasanya ia hanya membayar tagihan rekening sebesar Rp100 ribu–120 ribu. “Ini tidak masuk akal, masak saya harus bayar Rp1,2 juta. Biasanya cuma Rp100 ribu atau paling besar itu Rp120 ribu,” kata Astrid seperti dilansir dari laman detikcom, kemarin (13/11).

Astrid menyebut, tingginya biaya rekening PDAM juga dirasakan oleh hampir seluruh pelanggan di Kompleks Vila Bogor Indah, Kota Bogor. “Banyak juga tetangga saya yang begini. Malahan ada yang harus bayar sampai Rp3 juta. Ini kan tidak wajar,” kata Astrid.

“Pemakaian kita selama ini wajar, sama dengan bulan lalu. Aneh kan sampai gede segitu bayarnya, kecuali kalau saya punya kolam renang, terus ganti air setiap hari. Ini kan enggak,” sambungnya.

Melambungnya biaya rekening PDAM, kata dia, terjadi sejak adanya pergantian meteran yang dilakukan PDAM sejak sekitar dua pekan lalu. “Awalnya itu ada pergantian meteran. Pertama itu meteran diganti tanggal 19 September 2017, alasannya mau ditera, meteran lama dicopot dan diganti dengan meteran baru untuk sementara.”

Kemudian, lanjut Astrid, meteran sementara itu kembali dibongkar dan diganti dengan meteran yang lama pada 21 Oktober 2017. “Pokoknya alasannya itu kan mau ditera, itu memang dilakukan 5 tahun sekali katanya,” terangnya.

Astrid mengaku kalau hingga saat ini belum membayar rekening PDAM. Alasannya, tidak mungkin biaya penggunaan air selama satu bulan sampai setinggi itu. “Saya belum bayar lah, mana mau bayar segitu. Saya dan tetangga tunggu konfirmasi dan perbaikan. Biar jelas, sebenarnya berapa biaya yang harus kita bayar,” kata Astrid.

Dikonfirmasi, Sekretaris PDAM Tirta Pakuan, Rinda Lilianti mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti keluhan pelanggan tersebut. Dia pun masih menggali informasi nomor pelanggan yang mengeluhkan soal bayaran PDAM yang membengkak.

“Kalau hari ini (kemarin, red) ada nomor pelanggannya langsung ditangani. Tapi kalau sampai besok (hari ini, red) enggak ada, Pak Dirum rencananya mau mendatangi layanan pelanggan untuk melihat dan mereduksi keluhan-keluhan yang ada, khususnya soal tera meter,” singkatnya. (wil/c)

Komentar Anda

Baca Juga