Beranda Female

Pentingnya Kelembapan Kulit, Kering Bisa Tanda Dehidrasi

BERBAGI

Kebanyakan wanita sangat menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. Sayangnya, masih ada yang belum mengetahui bahkan menyepelekan penyebab kulit tidak sehat dan tidak cantik. Salah satu masalah kulit yang sering terjadi adalah kulit kering, yang sering dianggap tidak mengganggu aktivitas padahal bisa memengaruhi kesehatan anggota fisik lain.

Dokter Estetik Kishanty Hardaningtyas menjelaskan, kulit kering adalah kondisi umum yang dialami kulit di mana terdapat kekurangan cairan di lapisan terluar kulit. Bagian tubuh yang rentan mengalami kulit kering adalah yang paling sering terpapar dunia luar dan terbuka, seperti wajah, lengan, punggung tangan, dan punggung kaki. Area dan bagian tersebut, adalah area yang paling rentan mengalami gangguan ini.

Dalam dunia medis, kulit kering biasa disebut dengan xerosis atau xeroderma. Kulit kering dapat digolongkan berdasarkan jenis kulit yaitu cenderung kering dan kondisi kulit kering.

Keduanya berbeda dan harus diluruskan, tujuannya agar membuat kulit lebih sehat. Jenis kulit pun banyak, kulit normal, kulit cenderung kering, cenderung berminyak, dan kombinasi. Setelah itu baru ada masalah, terlalu kering, terlalu berminyak, berjerawat, pigmentasi dan lain-lain. “Kelembapan kulit adalah yang dibutuhkan untuk membuat kulit menjadi lebih sehat,” tuturnya.

Dokter Kishanty menuturkan bahwa jenis kulit normal cenderung kering itu, jumlah sebum lebih sedikit dibandingkan jumlah sebum orang yang berminyak. Kalau kondisi kulit kering adalah ketika kulit mengalami dehidrasi atau kekurangan komponen untuk melembapkan kulit seperti di dalam ruangan ber-AC atau dalam keadaan terik matahari.

Yang membuat kulit menjadi lembap atau tidak kering adalah minyak yang terkandung di dalam lapisan kulit, ada vitamin E, kelenjar sebum, kelenjar keringat, dan lain-lain. Kelembapan juga melindungi kulit dari iritasi dunia luar seperti sinar matahari, debu, cuaca yang berubah, bakteri, virus, dan lain-lain.

Dokter Kishanty menuturkan gejala orang yang mengalami kondisi kulit kering itu berubah-ubah. Contohnya orang dengan kulit normal cenderung berminyak, mengalami kondisi kering seperti berjerawat tetapi mengalami dehidrasi kulit kurang lembap. Di dalam kulit yang paling utama adalah fungsi proteksi.

“Kalau kita kekurangan beberapa komponen sehingga ada ketidakseimbangan, itu akan membuat kita sakit, lemak yang melapisi membuat kita menjaga bakteri patogen tidak banyak dari bakteri flora normalnya,” bebernya.

Kalau ada ketidakseimbangan sehingga terjadi perubahan PH dan skin barrier, akan terjadi ketidakseimbangan flora jadi lebih cepat membuat radang, kemerahan, gatal, mudah iritasi atau membuat media yang baik untuk pertumbuhan jamur atau kuman. “Jika skin barrier kita baik maka tidak akan ada jerawat. Jadi kelembapannya harus lebih dijaga, meskipun kulit kita berminyak, terlebih untuk kulit kering dan sensitif,” tutunrya.

Untuk kondisi kulit kering, lebih mudah dikoreksi karena terjadi hanya dalam beberapa waktu tertentu . “Kita bisa membuat kulit menjadi tidak dehidrasi, bisa dilakukan dari dalam dan dari luar. Jika keadaan sangat panas dan kurang minum, juga bisa membuat kulit menjadi kering,” terangnya.

Gejala kulit yang tampak pada kulit kering adalah terlihat pada tekstur kulit yang kering, tidak ada yang berkilau, lebih terlihat kasar, dan jika dipegang akan terasa kering.

Kering bisa kering air atau kering yang berminyak. Contohnya adalah ada kondisi di mana kulit yang berjerawat dan berminyak, tetapi sebenarnya kulitnya mengalami dehidrasi. “Perlu pelembap yang khusus untuk kontrol sebum,” tuturnya.(cr6/c)

Komentar Anda