Beranda Berita Utama

Hari Ini Wajib Pakai E-Toll

BERBAGI
Deretan mobil memadati jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dari arah Cikarang menuju Tangerang difoto di kawasan T.B Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (1/7/17). FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

JAKARTA–Penerapan e-money semakin luas. Setelah dilakukan percobaan beberapa waktu lalu, hari ini (31/10) masuk tol di seluruh Indonesia pun harus menggunakan transaksi elektronik. Vice President Operations Management PT Jasa Marga Raddy R Lukman mengatakan, sudah 99 persen gerbang tol di Indonesia bisa melayani pembayaran nontunai. Untuk mencapai 100 persen pelayanan transaksi nontunai, ada beberapa hal yang akan diupayakan.

”Salah satu upayanya adalah mengubah gardu tol hybrid menjadi gardu semiotomatis,” katanya. Artinya, di beberapa tempat masih ada petugas yang akan membantu jika mengalami kesulitan.Kesulitan yang biasanya menghambat adalah mengenai kurangnya saldo pada uang atau kartu yang rusak. Petugas di pintu tol, menurut Raddy, akan membantu.

”Kami juga tengah menawarkan dari pihak Himbara (Himpunan Bank Negara, Red) untuk menyediakan top up di beberapa wilayah di area tol. Kami sudah ada tempat di beberapa titik,” ujarnya dalam acara Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta kemarin (30/10). Namun, Raddy menyarankan agar masyarakat rajin untuk sering mengecek saldo e-toll-nya.

Ditemui di tempat terpisah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui bahwa transformasi cash menjadi cashless bukanlah hal mudah yang bisa sekali jadi. Karena itu juga, pada pelaksanaan pembayaran tol nontunai hari ini, pihak BUJT masih akan menyediakan gardu hybrid yang melayani pembayaran dengan nontunai maupun tunai.

Basuki mengatakan, nantinya, setiap gerbang tol akan menyiapkan satu gardu hybrid. Minggu lalu, kata Basuki, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI). ”Mungkin sekarang ini masih butuh adaptasi. Jadi, tetap ada gardu untuk bayar cash. Satu saja. Semua gerbang tol juga tetap harus ada penjaganya,” kata Basuki kepada wartawan saat ditemui di kantor Kementerian PUPR kemarin (30/10).

Menurutnya, masyarakat masih perlu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Langkah ini juga diambil sebagai tanggapan dari aspirasi YLKI dan lembaga konsumen lainnya yang menilai masyarakat masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. ”Mengubah kebiasaan orang itu kan enggak sakdeg saknyet. Enggak bisa langsung putus jebret. Ini kan perubahan sosial,” kata Basuki.

Dari pihak Himbara sebagai bank yang sudah bersedia mendukung transaksi non tunai pun memiliki beberapa persiapan. Salah satunya adalah menyediakan 1,5 juta kartu e-tol secara gratis. Menurut Nandan Sandaya yang mewakili Himbara, hingga saat ini baru setengahnya saja yang terdistribusi. ”Jika pada 31 Oktober atau setelahnya masih, maka bisa dinikmati masyarakat,” tuturnya. (lyn/and)

Komentar Anda