Beranda Uncategorized

Hari Ini Bus Premium Bogor-Jakarta Diuji Coba

BERBAGI
epala BPTJ dan Walikota Bogor meresmikan Uji Coba Transjabodetabek Premium di Terminal Damri Botani Square, Selasa (31/10) (Instagram/bptjkemenhub)

Bagi warga Bogor yang bekerja di Ibu Kota siap-siap dengan kehadiran Bus Transjabodetabek Premium. Mulai hari ini (31/10), bus rute Bogor-Jakarta itu beroperasi dan berangkat dari pool Damri mulai pukul 05.00 WIB. Selama masa uji coba, tarif yang ditetapkan sebesar Rp35 ribu.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana mengoperasikan moda transportasi yang diperuntukkan bagi warga Bogor ke Jakarta dalam bentuk bus premium dengan jalur khusus. Namun, pengoperasian akan terlebih dahulu diuji coba dari mal ke mal di Kota Bogor mulai hari ini (31/10).

“Bus ini akan beroperasi dari titik pusat Kota Bogor ke titik pusat kota di Jakarta dalam waktu tempuh yang lebih cepat dan harga tiket yang lebih terjangkau. Mudah-mudahan ini segera terealisasi,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya.

Bus premium akan melewati jalur khusus melintasi jalan tol Jagorawi. Dengan adanya bus ini, secara tidak langsung sebagai bentuk implementasi dari salah satu dari enam misi Kota Bogor dalam menangani permasalahan transportasi di Kota Bogor, khususnya mengurangi pemakaian kendaraan pribadi.

Grafis data produk trans premium jabodetabek

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kota Bogor Erna Hernawati menjelaskan, untuk rutenya akan diuji coba terlebih dahulu dari mal ke mal. Di Kota Bogor, mal yang diuji coba adalah Botani Square atau di samping pool Damri dan untuk Jakarta di kawasan Senayan.

”Yang pasti, nantinya akan diuji coba dulu sebanyak tiga bus. Nantinya, pihak Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan bekerja sama dengan pihak Botani Square terkait rencana ini,” ujar Erna.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menjelaskan, rencana pengoperasian bus premium untuk mendukung peningkatan mobilitas warga Bogor dan sekitarnya yang bekerja di Jakarta melalui sarana transportasi yang andal. Sebab, menurutnya, moda transportasi kereta listrik (KRL) sudah cukup padat. Terlebih, pengguna commuter line hampir melebihi target.

”Di samping sebagai respons dari banyaknya keluhan masyarakat, berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) yang kami miliki bahwa untuk memberikan pelayanan dari satu titik ke titik lain diusahakan tidak lebih dari 1,5 jam,” kata Bambang.

Dia menyebut, kebijakan ini sebelumnya telah diterapkan di Be­kasi dan Jakarta, selanjutnya diperluas ke Bogor. “Tahapannya harus uji coba dulu dua atau tiga kali, sehingga diketahui kendalanya dan diperbaiki. Jika sudah tidak ada masalah maka langsung implementasi. Saat ini kerangka regulasinya sudah ada, jadi, tinggal teknis implemen­tasinya saja,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Jimmy Hutapea mengatakan, bus premium akan tiba hari ini Selasa (31/10). Seiring dengan uji coba akan dilakukan selama dua pekan mendatang atau hingga Jumat (10/11). Uji coba sendiri akan dilakukan di hari kerja dengan waktu pemberangkatan pagi mulai pukul 05.00 dan pemberangkatan sore mulai pukul 16.00.

Rute bus premium dimulai dari pool Damri Botani Square ke Senayan. Bus premium ini dilengkapi dengan free wifi, charger, tempat duduk yang nyaman. Pada masa uji coba ini, bus ini akan dikawal voorijder.

“Program Transjabodetabek Premium ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan, di mana pengendara mobil pribadi akan beralih ke bus Transjabodetabek Premium”, ujar Jimmy.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya baru berkoordinasi dengan pihak Botani Square, pengelola pool bus, Organda, pihak kepolisian juga calon operator dari Damri. “Dari Botani Square belum menyepakati apa pun soal pengoperasian bus premium. Tapi pada prinsipnya, mereka sudah kami berikan gambaran bahwa yang kita butuhkan adalah mereka bisa memberikan perlakuan khusus kepada penumpang bus premium ini,” jelasnya.

Sebab, kata Jimmy, yang menjadi sasaran dari bus premium ini adalah masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi agar mereka tidak membawa mobilnya ke Jakarta. Maka otomatis, pengguna kendaraan pribadi akan parkir di Botani Square.

“Jadi, yang kita butuhkan bukan parkir bus, melainkan parkir kendaraan pribadi yang kebetulan Botani Square punya areal parkir. Nah, yang kita minta untuk menarik para pengguna kendaraan pribadi itu ke bus premium, otomatis juga parkir di Botani mendapat perlakuan khusus,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (KBO) Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Budi Suratman menambahkan, penumpang Transjabodetabek Premiun diharapkan di-drop off di Botani Square atau di pool Damri agar tidak terjadi kemacetan di ruang jalan utama. “Karena jalur tersebut merupakan jalur VVIP, untuk yang parkir di Botani Square sedang diupayakan untuk mendapatkan tarif khusus,” pungkasnya.

Sementara itu, pengamat transportasi dari Universitas Ibn Khal­dun (UIKA) Bogor, Teddy Murtedjo, menilai keberadaan bus premium bagus jika diterapkan. Filosofinya adalah, ketidak­seimbangan antara pertum­buhan kendaraan pribadi sebanyak 11,3 persen jauh melebihi pertambahan infra­struktur jaringan jalan. Hal ini menyebabkan volume kendaraan yang melewati jaringan ruas jalan melebihi kapasitasnya.

“Sehingga tidak heran sering kali kita temui kemacetan itu terjadi, mengapa demikian? Karena membangun infrastruktur jaringan jalan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” tutur Teddy.

Sehingga, menurutnya, langkah pemerintah untuk mengurangi jumlah volume kendaraan, khususnya pengguna kendaraan pribadi agar beralih kepada angkutan umum massal dengan bus premium, patut didukung.

“Tetapi masalahnya, apakah bus yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar itu memiliki pelayanan yang baik? Dalam hal ini, pemerintah ingin menjawabnya dengan meluncurkan bus premium Bogor–Jakarta,” tuturnya.

Apa arti premium? Menurut Teddy, tentunya yang memiliki fasilitas dan kenyamanan yang jauh lebih baik daripada angkutan umum atau bus biasa. Apa saja fasilitasnya, antara lain, tempat duduk yang nyaman dengan reclining seat atau yang bisa diatur, jarak antarkursinya juga nyaman sehingga tidak membuat kaki sakit, juga ada fasilitas jaringan wifi.

“Hal ini sangat mutlak ada agar para pebisnis dan eksekutif muda mau menggunakan bus premium. Kenapa pebisnis dan eksekutif muda? Karena biasanya, yang menggunakan kendaraan pribadi untuk aktivitas kerja dari Bogor- Jakarta, adalah kalangan usia produktif yang sudah mapan secara ekonomi,” pungkasnya.

Bisa dibayangkan, jika para eksekutif muda yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi mau berpindah ke bus premium. Dampak yang bisa dilihat adalah, jalan tol Jagorawi tidak sepadat sekarang, khususnya pada saat jam berangkat pagi maupun sore ketika pulang kerja. Di sisi lain, meski sudah ada bus angkutan perbatasan terintegrasi bus TransJakarta (APTB), tetapi menurut Teddy, APTB kurang menarik bagi para eksekutif muda.(wil/d)

 

Komentar Anda