Beranda Metropolis

Roboh karena Angin Kencang

BERBAGI
ROBOH: Setelah melakukan investigasi, PT WIKA menyimpulkan robohnya rangka besi proyek tol BORR karena angin kencang yang terjadi pada Kamis (26/10) sore.

BOGOR–Penyebab robohnya rangka besi (winch hoist) di area proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIB oleh PT Wijaya Karya (Wika) akhirnya terjawab. Wika menyimpulkan, penyebab robohnya rangka besi seberat tiga ton itu karena angin kencang.

Project Manager PT Wika, Ali Afandi mengatakan, saat kejadian Kamis (26/10), cuaca mendung dan berangin sekitar pukul 16.30 membuat remote di rangka mesin movable gantry tersentak, sehingga menggerak­kan rangka besi dengan sendirinya.

“Sebelum melepas hoist (pengait) dari pelat bekisting, pekerja harus memastikan pelat telah terpasang sempurna dan meletakkan remote di rangka movable gantry. Di saat yang bersamaan, cuaca yang sebelumnya telah mendung kembali berangin dan menyebabkan remote tersentak, sehingga menggerakkan winch dan menyebabkan hoist yang masih terkait pada pelat bekisting menarik movable gantry dan membuat alat tersebut tertarik ke bawah dan jatuh di bawah lokasi konstruksi,” jelas Ali dalam keterangan persnya, kemarin (26/10).

Seharian itu, pihaknya memang tengah melakukan setting elevasi bekisting pare part untuk segmen P36-P37. Pekerjaan serupa telah dilaksanakan selama satu bulan terakhir dengan menggunakan movable gantry setinggi enam meter.

“Untuk memasang pelat bekisting sepanjang masing-masing tiga meter dengan berat 200 kilogram. Sesuai prosedur safety untuk pekerjaan ini, Wika selalu memastikan bahwa area yang dilakukan pekerjaan telah terisolir dan aman, dengan cara menempatkan barrier dan flagman di bawah lokasi konstruksi jalan layang yang sedang dikerjakan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Dramaga, Bogor, Budi Suhardi mengatakan, pihaknya siap memberikan informasi cuaca di Kota Bogor pada saat kejadian itu berlangsung.

Pasalnya, BMKG juga melakukan pemaparan prakiraan cuaca untuk Istana Presiden untuk mengantisipasi hal-hal buruk. “Memang kemarin angin kencang di Bogor. Kalau (data prakiraan cuaca) diminta, tentu kami siap. Seperti data yang kami suplai ke Istana Presiden, untuk menyelaraskan agenda presiden,” tandasnya.(rp1/c)

Baca Juga