Beranda Politik

Posisi Uu-Dedi Terancam

BERBAGI

CIBINONG-Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum masih belum aman dengan posisinya menjadi pendamping calon wakil gubernur Jawa Barat bersama dengan Ridwan Kamil. Selain kehadiran Partai Golkar yang dikabarkan akan memunculkan Daniel Mutaqien, saat ini langkah Uu masih terganjal PKB.

“Setahu saya Golkar belum, yang sudah pasti itu PPP, NasDem, dan PKB,” ujar Ketua DPW Jawa Barta, Ade Yasin kepada Radar Bogor usai rapat paripurna RAPBD digedung DPRD Kabupaten Bogor, kemarin (26/10).

terkait adanya penolakan itu, Adde Yasin tidak mau ambil pusing . “Kami berkoalisi dengan Ridwan Kamil, urusan PKB keberatan silakan komunikasi dengan RK (Ridwan Kamil,red), tetapi kami (NasDem-PPP) sudah memasangkan dan saat itu mereka setuju,”ujarnya.

Menurutnya, Uu sebagai kader PPP yang bakal dipasangkan dengan Emil di Pilgub Jawa Barat merupakan harga mati.

“Saya pikir hak kami untuk mengusung wakil ketika jumlah kursi lebih banyak, Uu yang dimajukan,” tambahnya.

Apalagi, berdasarkan hasil survei untuk wakil gubernur, bupati Tasik tersebut memiliki hasil yang cukup baik dengan porsi penempatannya tertinggi. “Dengan dipasangkan RK, itu bagus,” ternagnya.

Ade Yasin juga tidak menutup kemungkinan ada partai-partai lain yang ikut berkoalisi. Ia menegaskan, tidak ada kekhawatiran membangun koalisi dengan NasDem pasca-Pilkada di DKI Jakarta. “Yang dikedepankan figur, bukan partai, hanya saja sebagai pengusung harus saling melengkapi,” tuturnya.

Dengan begitu, secara otomatis nasib poros baru yang dibentuk di Jawa Barat pecah. Masing-masing saling berputar haluan dalam strategi pemenangan pilkada di Jawa Barat kedepan, sampai saat ini (poros baru,red) belum menentukan calon,” ujar dia.

Sebagai contoh, PAN di Jawa Barat sudah melakukan pendekatan dengan Deddy Mizwar. “Masing-masing sudah punya calon, tapi usungan berbeda, tapi kami dipopros baru berkoalisi untuk menetapkan posisi partai politik untuk Jawa Barat,” katanya.

Sebelumnya, PKB mengaku belum dimintsi persetujuan soal diusungnya Uu Ruzhanul Ulum sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat pendamping Ridwan Kamil walaupun PPP pada selasa (24/10) sudah deklarasi. “Belum ada komunikasi dengan PKB,” kata Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Muhaimin menambahkan, posisi cawagub pendamping Emil masih bisa berubah. PKB juga akan tetap mengupayakan agar kadernya menjadi pendamping Emil. Sementara itu, DPP Partai Golkar memutuskan untuk mendukung Ridwan Kamil pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Ketua harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan, telah menyampaikan keputusan tersebut kepada Ridwan Kamil . “Iya, sudah (final),” kata Nurdin saat dikonfirmasi, kamis (26/10).

Golakr ingin memasangkan wali Kota Bandung itu dengan politisi Partai Golkar, Daniel Muttaqien. Menurut dia, surat keputusan (SK) mendukung Ridwan kamil sudah diterbitkan. “Tanya sekjen kalau suratnya,” kata Nurdin.

Ridwan Kamil pun mengaku telah dihubungi Nurdin halid yang mengatakan kesiapan untuk memberi dukungan di Pilkada Jabar 2018. “Golkar itu baru katanya tapi saya sudah ditelepon, yang telepon Nurdin Halid,” ujar Emil.

Namun, Emil mengaku tak mau telalu percaya diri. Sebab, ia belum mengantongi surat keputusan secara resmi. Apalagi, keputusan itu harus dapat dukungan dari jajaran partai di tingkat provinsi.

Saat ini, Emil menjadi kandidat bakal calon gubernur Jabar pertama yang sudah mengantongi syarat kursi DPRD Jabar, setelah secara resmi mendapat dukungan dari PPP, PKB, dan NasDem.

Beredarnya kabar dukungan DPP Golkar untuk Ridwan Kamil pada Pemilihan Gubernur Jawa Barta 2018, ditanggapi santai Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi. “Tidak apa-apa. Santai saja. Minggu depan akan saya jelaskan posisi saya terkait dengan Pilgub Jabar,” kata pria, kemarin. (ded/net/c)

Komentar Anda