Beranda Berita Utama

Investigasi Jatuhnya Rangka Besi Tol BORR

BERBAGI
BERBAHAYA:Rangka besi seberat tiga ton jatuh dan melintang di depan Depo Bangunan, Jalan KH Sholeh Iskandar, sore kemarin (26/10).

Pacilong, Kebonpedes, Tanahsareal. Tak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. Namun, berbagai kalangan menyoroti dan menyayangkan PT Wijaya Karya (WIKA) sebagai kontraktor yang kurang hati-hati. Pun jika musabab insidenkemarin adalah cuaca, seharusnya PT WIKA sudah bekerja sama dengan instansi terkait seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Memang kemarin angin kencang di Bogor. Kalau (dataprakiraancuaca) diminta, tentu kami siap. Seperti data yang kami suplai ke Istana Presiden, untuk menyelaraskanagendapresiden,” ujar Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Dramaga, Budi Suhardi kepada Radar Bogor.

Sementaraitu,ProjectManager PT WIKA Ali Afandi menjelaskan bahwa rangka besi yang jatuh sekitar pukul 16.30 WIB, sedianya untuk pemasangan bekisting barrierseberat 200 kilogram. Saat insiden terjadi,rangka winch hoist sedang di-setting dengan menaikkan ketinggian sekitar tiga sentimeter. “Pada saat terjatuh, bekisting sudah dalam keadaan terikat. Alat hanya men-setting untukpersiapanpengecoran,pada saat men-setting itu besinya terjatuh,” jelasnya.

Ali memastikan tidak ada korban jiwa ataupun luka pada insiden ini. Namun, pihaknya tetap akan melakukan investigasi meski dugaan kuat mengarah pada kondisi cuaca. “Untuk metode dan pelaksanaan tidak ada masalah, karena alat ini sudah melakukan dua project dengan menggunakan alat dan metode yang sama,” akunya.

Indikasi lain diperkirakan akibat aliran listrik pada sejumlah alat elektrikal tidak stabil. Sehingga memengaruhi kinerja alat berat tersebut. “Kemungkinan penyebabnya akan kami cek dan evaluasi, apakah tegangan yang tidak stabil memengaruhi secara mekanisme dari winch hoistnya,” ujarnya.

Ali mengaku memiliki tiga alat sejenis di pengerjaan tol BORR dan akan diperiksaseluruhnya. Dari sisi perawatan, ia mengklaim WIKA rutin merawat peralatan yang digunakan. “Untuk antisipasike depan,alat ini akan dicek kembali, karena alat ini termasuk alat baru dan akandicek dan maintenance akan lebh ditingkatkan. Konstruksiakan dilakukan secara manual, tidak duluyang berhubungandengan elektrikal. Alat yang akandigunakan seperti alat angkat manual(chain block) dan menggunakan alat angkat diesel (hiab crane),” paparnya.(cr6/c)

Baca Juga