Beranda Metropolis

Siswa Tewas setelah Loncat dari Angkot

BOGOR–Dunia pendidikan di Kota Bogor kembali berduka. Hal itu menyusul kabar meninggalnya siswa kelas IX SMP Pembangunan Satu (Pesat) Kota Bogor, RI (16), Selasa sore (24/10). Korban meninggal akibat pendarahan setelah melompat dari angkot yang ia tumpangi bersama temannya.

Paur Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Racahmat Gumilar mengatakan, kejadian tersebut belum dilaporkan ke Polsek maupun Polresta Bogor Kota. Namun, berdasarkan informasi yang ia himpun dari anggota Binaan Masyarakat (Binmas) Polsek Bogor Barat, kejadian nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 di Jalan Letjen Isak Juarsa, dekat ATM BRI Yonif 315 Kecamatan Bogor Barat.

Saat itu, korban bersama teman sekolahnya, RK (16) dan RM (16), menumpang angkot 02 jurusan Bubulak–Sukasari usai mengerjakan tugas sekolah Namun, tiba-tiba korban baru ingat bahwa handphone miliknya tertinggal di tempat fotokopi. “Ketika di angkot korban baru inget HP-nya ketinggalan dan bilang ke temen-temennya HP ketinggalan,” jelas Ipda Rachmat.

Dengan kondisi mobil angkot yang sudah jalan dengan perlahan, RI nekat melompat dari angkot. Sayang, keseimbangan badan sulung dari dua bersaudara itu tidak bagus dan dia terjatuh dengan posisi miring. Kondisi itu membuat beberapa bagian tubuh korban luka-luka. “Posisi korban ketika loncat terjatuh ke samping kiri dan kepala sebelah kiri terbentur aspal. Oleh teman dan warga sekitar korban dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

RI kemudian dilarikan ke RSUD Kota Bogor. Akibat pendarahan hebat, nyawa RI tak terselamatkan. Dia mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Kota Bogor pukul 18.00.Wartawan Radar Bogor mencoba untuk mendatangi rumah duka yang berlokasi di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, kemarin siang (25/10). Tapi, ibu kandungnya, Inge (38) enggan berkomentar banyak terkait kematian anaknya. Pasalnya, dirinya juga tidak mengetahui soal kronologi kejadian yang menewaskan anaknya tersebut.

“Saat kami ke RSUD, anak saya sudah meninggal. Jadi, tidak tahu kejadiannya seperti apa,” ucapnya.Ia malah merekomendasikan Radar Bogor untuk menemui pihak sekolah anaknya yang menurutnya mendampingi RI setelah terjun dari angkot. “Bisa ditanyakan kepada pihak sekolah bagaimana kejadian yang sebenarnya,” kata Inge.

Namun, rupanya, pihak sekolah pun enggan memberikan komentar terkait kematian siswanya. Ketika didatangi ke sekolah yang berlokasi di Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, wartawan koran ini diarahkan petugas costumer relation untuk mengonfirmasi ke Humas Sekolah Pesat Kota Bogor yang saat itu sedang di tempat.

Lantas, ketika dihubungi, Humas Sekolah Pesat Kota Bogor, Herlan Sonjaya mengaku tidak tahu-menahu soal kematian RI. “Saya tidak tahu apa-apa ya, langsung ke orang tuanya saja. Saya dengar cerita aja itu juga. Mohon maaf saya tidak tahu apa-apa masalah itu,” tandasnya.(rp1/c)

Baca Juga