Beranda Female

Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Lansia

BERBAGI
KHUSUS: Salah seorang pasien lansia saat berkonsultasi dengan dokter di Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma yang baru saja beroperasi. (Feby /Radar Bogor)

Kondisi itu terungkap saat grand launching Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma, Jalan Semeru, Kecamatan Bogor Barat, belum lama ini. Kepala Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma, dr. Hendro Darmawan menuturkan, berhubungan beragamnya penyakit yang diderita lansia, ternyata ada sebuah cabang ilmu yang mempelajari aspek mengenai kesehatan lansia, yaitu geriatri. Geriatri adalah cabang disiplin ilmu kedokteran yang mempelajari aspek kesehatan dan kedokteran pada warga lansia, termasuk pelayanan kesehatan kepada lansia dengan mengkaji semua aspek kesehatan berupa promosi, pencegahan, diagnosis, pengobatan, dan rehabilitasi.

Pasien geriatri adalah pasien lanjut usia dengan multi penyakit atau gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi, dan lingkungan yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara terpadu dengan pendekatan multidisiplin yang bekerja secara interdisiplin.

Spesialis Rehabilitasi Medik Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma, dr. Lindrawati Tjuatja, SpKFR menjelaskan, faktor fisik, psikososial, dan sosial ekonomi saling berkaitan dalam memengaruhi status kesehatan dan fungsional populasi geriatri. Evaluasi komprehensif mengenai status kesehatan geriatri membutuhkan asesmen di setiap domain, diperlukan kerja sama interdisiplin sebagai suatu tim.

Spesialis Kesehatan Jiwa Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma, dr. Agnes Samosir, SpKJ menjelaskan bahwa seorang lansia dapat menjalani proses menua secara normal dan menikmati kehidupan yang bahagia dan mandiri. Proses penuaan yang sukses merupakan kombinasi dari tiga komponen yaitu penghindaran dari penyakit, kemampuan pemeliharaan kapasitas fisik dan kognitif yang tinggi di tahun-tahun berikutnya dan keterlibatan secara aktif dalam kehidupan yang berkelanjutan.

Masalah-masalah yang sering dialami di usia lanjut biasanya penuaan yang dikaitkan dengan ketidakmampuan, defisit kognitif, dan kesendirian. “Proses menua merupakan sebuah waktu dengan berbagai kehilangan seperti kehilangan peran sosial akibat pensiun, kehilangan mata pencaharian, kehilangan teman dan keluarga, dan lain-lain. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan lansia menjadi lebih rentan mengalami masalah kesehatan mental,” jelas dr. Agnes SpKJ.

Agnes menuturkan bahwa gangguan kesehatan mental yang sering terjadi meliputi depresi, kecemasan, alkoholisme, dan gangguan dalam penyesuaian terhadap kehilangan atau disabilitas fungsional. Yang paling sering dialami lansia adalah depresi. Depresi merupakan suatu gangguan mood. Mood adalah suasana perasaan yang meresap dan menetap yang dialami secara internal dan yang memengaruhi perilaku seseorang dan persepsinya terhadap dunia.

“Depresi adalah suasana perasaan tertekan (depressed mood) yang dapat merupakan suatu diagnosis penyakit atau sebagai sebuah gejala atau respons dari kondisi penyakit lain dan stres terhadap lingkungan,” tuturnya.(cr6/c)

Baca Juga