Beranda Pendidikan

Borcess 1 Siap Produksi Laptop

BERBAGI

TEKEN MOU: Sekolah Taruna Terpadu (BORCESS) 1 Bogor menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT Zoom Infotek Telesindo dan sejumlah vendor, di SMK Yayasan Taruna, kemarin (24/10). (Nelvi/Radar Bogor)

BOGOR–SMK Taruna Terpadu 1 Borcess mempersiapkan anak didiknya dalam jangka dekat untuk merakit dan mem­produksi laptop dengan brand sendiri. Hal ini disampaikan Kepala SMK Taruna Terpadu 1 Borcess, Supriatna dalam penandatanganan kerja sama dengan PT Zoom Computer dan beberapa brand ternama, yaitu Astragraphia dan lain-lain, kemarin (25/10).

Mengundang sejumlah orang tua murid dalam kegiatan tersebut, Yatna -sapaan akrabnya- sengaja membeberkan rencananya agar orang tua paham bahwa duku­ngannya bagi anak sangat dibutuh­kan. “Nantinya, kami akan membuat pusat workshop TKJ, perakitan komputer di gedung baru. Kami akan produksi sendiri komputer yang merupakan hasil rakitan anak-anak yang akan kami jual,” bebernya kepada Radar Bogor.

Hingga saat ini, rencana itu terus ia fokuskan dengan berharap ada vendor yang bekerja sama dengan mereka untuk perakitan komputer tersebut di sekolah. “Rencananya akan kami produksi dan pasarkan ke seluruh SMP dan SMK Kota dan Kabupaten Bogor,” tegas Yatna.

Sampai rencana tersebut ia publikasikan, Yatna mengaku sudah ada beberapa sekolah yang ingin memesan dan membelinya. Salah satunya yaitu SMK Muhammadiyah Parung. Ini menjadi semangat bagi dirinya, sekolah, serta anak didik Borcess 1 untuk terus mereali­sasikan hal itu. Rencana tersebut menjadi program yang masuk moto Borcess 1, yakni jawara, juara dan kabisa.

Di tempat yang sama, Astragraphia Document Solution bekerja sama dengan business partner Zoom Infotek Telesindo menjalankan Educare dengan nama Zoom Educare Program (ZEDPRO) di Borcess. Program ini merupakan bentuk sinergi antara dunia industri dengan dunia pendidikan khususnya SMK. Program dimulai November dan akan berlangsung selama tiga bulan.

Chief of Corporate Communications dan OS PT Astra Graphia Tbk, Hari Mulyoraharjo mengatakan, kompetisi itu penting guna meningkatkan persaingan yang sehat sehingga dapat memacu individu meningkatkan kualitas diri mereka masing-masing.

Awal 2016, Masyarakat Ekonomi ASEAN mulai diterapkan oleh pemerintah di negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Konsekuensi dan kebijakan ini adalah kedatangan para tenaga asing ke negara kita. Harus ada persiapan diri, gali potensi lebih dalam lagi agar siap bersaing dengan tenaga-tenaga ahli lainnya.

“Itulah mengapa Astragraphia Document Solution merasa terpanggil untuk berkontribusi dan bekerjasama dengan business partner kami untuk menjalankan Zoom Educare Program,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor, Muzzakir mengatakan, program ini diperkenalkan kepada para pelajar guna mengenalkan teknologi terbaru dari brand-brand ternama, baik lokal maupun dunia. “Dengan program ini diharapkan adik-adik pelajar memiliki kemampuan dalam merakit komputer, mengenal software dan hardware sehingga bisa diaplikasikan di sekolah dan masyarakat,” bebernya.

Mereka yang mengikuti program ini nantinya akan mendapatkan sertifikat yang menjadi bekal mereka saat lulus sehingga lebih memudahkan dalam mencari pekerjaan. Perusahaan yang tergabung dalam program ini juga membuka kesempatan magang bagi para siswa.(ran/c)

Komentar Anda