Beranda Metropolis

Sampah Hambat Pasokan Air

BERBAGI
BERI PELAYANAN TERBAIK: Direksi PDAM Tirta Pakuan bersama peserta Obsesi Radar Bogor foto bersama usai melakukan diskusi, di ruangan serbaguna Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Dekeng, Bogor Selatan, kemarin (24/10). MELDRICK/ RADAR BOGOR

Beberapa pekan belakangan ini menjadi hari terberat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.Gelombang keluhan dari warga terus berdatangan, seiring dengan adanya masalah pasokan air bersih akibat bocornya pipa PDAM di kawasan Pasar Anyar dan proses relokasi pipa yang terdampak longsor di Kampung Bojongkoneng, Kabupaten Bogor. Namun,semua itu dijawab PDAM dengan peningkatan pelayanan.

MULAI dari kegiatan jemput bola ke pelanggan yang terdampak, hingga mendistribusikan air ke wilayah yang tidak terairi. Pelan-pelan, perusahaan pelat merah itu memetakan masalah yang harus dipecahkan lebih dahulu agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Kendala yang paling sering terjadi disebabkan oleh sampah yang menumpuk di tempat pengambilan air dari Sungai Cisadane,” ujar Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, DeniSurya Sanjaya, dalam Obrolan Serius Mencari Solusi (Obsesi) Radar Bogor bersama PDAM,di Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Dekeng, Kecamatan Bogor Selatan, kemarin (24/10).

Dari kendala tersebutmemang selalu mengantarkannya pada duapilihan, antara mempertahankan kualitas air atau mempertahankan kuantitas. Opsi yang paling sering diambil PDAM, yaitu mempertahankan kualitas.Sehingga produksiairke rumah-rumahmenjadiberkurang.Seperti yang belum lama ini dikeluhkan oleh beberapa warga Kelurahan Cimanggu.

“Dampak ke Reservoir Merdeka menjadi berkurang.Itulahkenapa airke Cimanggusulit mengalir. Beberapa hari daerahCimanggu airnya tidak mengalir. Jadi,PDAM sempat mendapat komplain, tapi tidak apa-apa. Ini juga sebagai bahan masukan untuk PDAM,” sebutnya.Kendala lainnya yakni kebocoran pipa. Kerap kali,kebocoran pipa terjadi lantaran pipa yang tertanam dibawah tanah itu rusak karena sudah berusia lawas.Tapi, peristiwa seperti itu, menurut Deni, selalu diresponsnya dengan cepat. Misal, perbaikan pipa rusak di kawasan Pasar Anyar yang terjadi pada beberapa pekan lalu.

Ada pula beberapa rencana jangka panjang PDAM Tirta Pakuan untuk memaksimalkan pelayanan. Antara lain, pembangunan instalasi pengolahan air atau water treatment plant (WTP) Katulampa. Dengan kapasitas 300 liter air per detik, WTP Katulampa diyakini bisa mengatasi permasalahan kuantitas produksi air bersih di kala Bogor diterpa hujan. ”Dengan begitu, PDAM Tirta Pakuan menargetkanuntuk menjangkau seluruh area Kota Bogor di tahun 2019.

Di tempat yang sama, Dirtek PDAM Tirta Pakuan,Syaban Maulana, memaparkan lebihdetail permasalahan yang kerap kali merundung PDAM Tirta Pakuan. Ia mengatakan, dari enam zona pendistribusian, hanya zona 3, 4, dan 1 yang sempat terkendala beberapa gangguan. Seperti yang ia gambarkan pada skema pengaliran di zona 3 dan zona 4. Kedua zona itu pengaliran di zona 3 dan zona 4. Kedua zona itu dialiri dari WTP Dekeng 1 dan WTP Dekeng 2.

Ketikakondisi kekeruhanair Sungai Cisadane sedang tinggi, air baku sebanyak 1.600 liter per detik yang masukpadakedua WTP ituhanya bisa menghasilkan airbersih sebanyak 1.200liter perdetik yang kemudian ditampung di Reservoir Cipaku. Padahal, jika dalam kondisi normal, air bersih yang dari kedua WTP itu bisa mencapai1.520literair per detik. “Kekeruhan itu terjadipada saathujan,” ujar Syaban.

Pada pendistribusian di zona 3, jika Sungai Cisadane sedang dalam kondisi keruh dan banyak sampah, maka beberapa wilayah yang terkena dampak, antara lain, Villa Duta, Sukasari, Griya Soka, serta Cimahpar. Sedangkan jikaterjadi di zona 4, maka yang terkena dampak, antara lain,Cimanggu,Bogor Baru, Tegallega, Indraprasta, serta Ciluar.(rp1/c)

 

Komentar Anda

Baca Juga