Beranda Berita Utama

Boikot Pertemuan Panglima Militer di AS

JAKARTA–Nasi sudah jadi bubur. Larangan masuk ke Amerika Serikat terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berbuntut. Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar tidak perlu ada perwakilan dari Indonesia yang hadir dalam pertemuan panglima angkatan bersenjata se-Asia Pasifik di Washington DC, Amerika Serikat.

Meskipun sudah ada permintaan maaf serta penyesalan dari pemerintah AS, JK tetap pada sikapnya. Lantaran sebelumnya ada penolakan dari US Custom and Border Protection (CBP) kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pada saat check in di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

”Kita juga merasa perlu untuk kali ini tidak memenuhi undangan karena sudah adanya kejadian itu. Ya sampai sekarang (kemarin pagi, red) belum mengetahui apa yang terjadi sebenarnya,” ujar JK di ruang VIP Bandara Halim Perdanakusuma, pagi kemarin (24/10). JK baru saja mendarat usai kunjungan kerja ke Turki dan Arab Saudi untuk menghadiri pertemuan D-8.

Pertemuan bertajuk Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) itu berlangsung pada 23-24 Oktober di Washington DC. Waktu Indonesia lebih cepat 12 jam dibandingkan AS. Jadi, bila hari ini (25/10), di Amerika masih Selasa (24/10).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan bakal mengecek ke Kedubes Indonesia di Washington DC terkait kemungkinan penggantian Gatot dengan pejabat Atase Pertahanan (Athan) untuk hadir dalam pertemuan tersebut. Lantaran undangan itu ditujkan kepada Gatot dan mewakili pemerintah Indonesia.

”Saya kira saya harus cek apakah pak Athan hadir di sana atau tidak. Saya harus cek. Pertemuannya kan tanggal 24 (Oktober). Hari ini (kemarin, red) kan Amerika tanggal 23 malam, jadi saya akan cek kepada dubes kita yang ada di Washington,” ungkap Retno yang mendampingi Wapres.

Sementara itu, Gatot juga menyampaikan hal senada. Dia menyatakan, keberangkatannya ke AS itu atas perintah presiden untuk mewakili Indonesia. ’’Begitu saya tidak bisa berangkat, saya lapor kepada presiden, menkopolhukam, dan menteri luar negeri,’’ terangnya usai pembukaan Konferensi Internasional tentang Global Health Security di Istana Negara kemarin.

Soal keberangkatannya lagi ke AS karena larangan telah dicabut, da mengaku belum tahu. Sebab, tidak mungkin dia berinisiatif karena sejak awal keberangkatannya sebagai wakil Indonesia. Bagaimana respons presiden? ’’Saya laporkan kenapa terjadi seperti itu, (presiden mengatakan) Ya sudah, tidak usah berangkat,’’ lanjutnya.(jun/byu)

Baca Juga