Beranda Pendidikan

UQ Berbagi Ilmu dengan Sekolah Muslim di Dunia

BERBAGI
SAMBUT: SIT Ummul Quro kedatangan tim dari sekolah muslim Thailand. (Rani/ Radar Bogor)

BOGOR–Puluhan sekolah muslim Thailand yang tergabung dalam organisasi Assalam Smart School Assosiation belum lama ini bertandang ke Sekolah Islam Terpadu Ummul Quro (SIT UQ). Tujuannya, untuk studi banding sesama sekolah Islam di berbagai negara.

Kepala Departemen Humas Pendidikan Yayasan Ummul Quro, Syamsudin mengatakan, setiap organisasi kumpulan sekolah Islam antardunia sudah beberapa kali mengadakan studi banding seperti ini.

Tentu dengan tujuan berbagi ilmu yang masing-masing sekolah di berbeda negara dalam segi Islam dan tantangan yang mereka hadapi tiap-tiap daerah. “Namanya studi banding, tentu mereka ingin melihat bagaimana pengajaran di UQ, kami juga ingin tahu bagaimana pengajaran mereka,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Apalagi, kata dia, mereka di sana merupakan masyarakat Islam minoritas yang kebanyakan masyarakat Thailand menganut agama non-muslim. “Jadi ada tantangan yang beda-beda. Nah, kami satu sama lain ingin menguatkan pendidikan agama di daerah masing-masing dengan cara yang terbaik, siapa tahu salah satunya dengan cara yang dilakukan sekolah lain, tukar ilmu istilahnya,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Departemen Pengembangan Pendidikan Yayasan Ummul Quro, Shintawati merasa kagum saat mengikuti studi banding ke Thailand. Saat itu Shintawati berkesempatan mengunjugi kawasan Thailand Selatan.

“Alhamdulillah saya pernah mengikuti studi banding ke sana, saat itu saya pun kagum melihat kondisi muslim di sana,” ujarnya usai memberikan pemaparan kurikulum saat ada kunjungan dari sekolah Islam di Thailand.

Menurut Shinta, yang membuatnya kagum adalah ketika dirinya melihat begitu eratnya kebersamaan umat muslim di Negara Gajah Putih itu. Jumlahnya yang minoritas membuat semangat para muslim di sana terus bersatu dan bekerja sama agar Islam tetap eksis dan terus ada.

“Jika dibandingkan dengan Indonesia di Thailand muslim itu minoritas, jadi mereka semangat dan terus bersatu, dari segi semangat keislamannya lebih muncul,” terangnya.

Shintawati pun menuturkan bahwa karena dengan kondisinya yang minoritas, muslim di Thailand memiliki semangat untuk terus bersatu dan mengokohkan umat muslim di Thailand.(ran/c)

Komentar Anda

Baca Juga